Satgas Bertekad Turunkan Kematian Corona di Bawah 1 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 13:32 WIB
Angka kematian akibat virus corona di Indonesia berada di angka 4,68 persen atau masih di atas rata-rata global yakni 3,79 persen. Ilustrasi pemakaman pasien virus corona (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bertekad menurunkan angka kematian akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga di bawah 1 persen. Per 3 Agustus, angka kematian akibat virus corona di Indonesia sebesar 4,68 persen dari jumlah kasus positif.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan angka kematian di Indonesia lebih tinggi ketimbang rata-rata global, yakni 3,79 persen.

"Di Indonesia ini peringkat 103 dari 215 negara di dunia, ini tetap PR bersama, angka kematian tidak bisa kita ambil ringan, mau tidak mau kita turunkan persentase tadi hingga 3, 2, bahkan di bawah 1 persen," kata Dewi di Graha BNPB, Rabu (5/8).


Berdasarkan data Satgas Covid-19, angka rata-rata kematian 4,68 persen ini bisa dibilang membaik jika dibandingkan periode sebelumnya. Pada Maret lalu atau saat kasus pertama kali ditemukan, angka kematian 4,69 persen. Lalu pada April melonjak 8,54 persen, Mei turun menjadi 6,68 persen,=.

Penurununan kembali terjadi pada Juni 5,56 persen, dan Juli 4,81 persen. Dari angka ini, Dewi menilai angka kematian Covid-19 di Indonesia menunjukan penurunan.

"PR kita untuk meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian karena kita memang masih lebih tinggi dibanding rata-rata dunia, ada tren menurun tapi tetap masih ada PR," ucap Dewi.

Di tingkat provinsi, kasus kumulatif paling banyak terjadi di Jawa Timur dengan 1.781 kasus kematian. Kemudian DKI Jakarta 874 kematian, Jawa Tengah 665 kematian, Sulawesi Selatan 328 kematian, dan Kalimantan Selatan 297 kematian.

Namun jika angka kematian dilihat berdasarkan persentase angka positif per provinsi, Bengkulu mencatat angka kematian tertinggi yakni 8,09 persen. Diikuti Jawa Timur 7,74 persen, Jawa Tengah 6,73 persen, NTB 5,48 persen, dan Kalimantan Tengah 5,12 persen.

"Kita melihat jumlah kematian dibagi jumlah orang positif, ada perbedaan bisa jadi karena jumlah positif [di daerah] lebih tinggi," katanya.

Di level kabupaten kota, angka kematian tertinggi berada di kota Surabaya (790 kasus), kemudian Kota Semarang (328 kasus), Kota Makassar (226 kasus), Jakarta Pusat (207 kasus), dan Jakarta Timur (177 kasus).

"Semakin padat penduduknya maka potensi penularannya makin besar," ucap Dewi.

Angka kematian tertinggi per 100 ribu penduduk adalah Kota Manado, kemudian Kota Banjarmasin, dan Kota Palangkaraya. Munculnya kota baru ini menurut Dewi menjadi peringatan bagi setiap pemerintah daerah untuk mengendalikan kasus Covid-19.

"Ini alert bagi kita semua, agar Pemda melihat daerah mana yang ada pengendalian Covid-19 agar mengurangi kasus di daerahnya," pungkas Dewi.

(mln/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]