Satgas Covid-19 Sebut Klaster Perkantoran Bisa dari Perumahan

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 11:58 WIB
Bicara Satgas Covid-19 menyebut ada potensi orang tak disiplin protokol kesehatan di rumah, sehingga penularan virus corona bisa terjadi di permukiman. Pekerja kantoran menjadi salah satu kelompok yang rawan penularan virus corona, menyusul klaster perkantoran dengan 375 orang dinyatakan positif Covid-19. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga klaster perkantoran muncul dari penyebaran virus corona di perumahan. Pemerintah pun mewaspadai munculnya klaster permukiman.

Wiku mengatakan ada kemungkinan penularan bukan terjadi di perkantoran, melainkan saat perjalanan ke kantor atau bahkan di lingkungan rumah.

"Orang yang berkantor itu dari permukiman, jadi pasti di permukiman ada klaster, kalau di kantor saja ada [klaster], dan itu bisa saja tertular di perumahannya, atau di perjalanannya," kata Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (7/8).


Wiku menjelaskan, ada potensi orang menjadi tidak disiplin protokol kesehatan di dalam rumah. Hal itu yang menyebabkan munculnya penularan di permukiman.

"Di situlah biasanya orang lengah, karena sudah di rumah dan orang stres maka akhirnya mereka berkerumun, makanya protokol kesehatan harus ditegakkan sampai dalam rumah, pastikan mencuci bersih bajunya, mandi, cuci tangan," jelasnya.

Tim Pakar Satgas mencatat 90 klaster perkantoran per Rabu (29/7). Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta mencatat telah menutup 30 perkantoran akibat ditemukan kasus positif pada karyawan.

Jubir pemerintah Wiku Adisasmito memberi keterangan, Jumat (24/7) / Foto: Rusman - Biro SetpresJuru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Rusman - Biro Setpres)

Namun Tim Satgas mencatat klaster permukiman lebih banyak menyumbang angka positif dibandingkan dengan klaster perkantoran, khususnya di Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Berdasarkan catatan Tim Satgas, klaster perkantoran justru berada di posisi keempat. Klaster perkantoran berada di bawah permukiman, pasar, dan klaster fasilitas pelayanan kesehatan.

"Itu hanya secara general saja, karena belum seluruh dari nasional. Jadi agar masyarakat bisa paham untuk waspada pada klaster-klaster tersebut," kata Dewi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com belum lama ini.

Sementara selain empat klaster tersebut, sejumlah klaster lain yang tercatat turut menyumbang kasus positif yakni, klaster tempat ibadah, yang di dalamnya juga memiliki beberapa klaster lain, seperti tahlilan, pengajian, dan aktifitas pesantren.

(mln/pmg)

[Gambas:Video CNN]