SDM Wisma Atlet Belum Siap, Set ICU Diboyong Menkes ke RSUI

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 20:10 WIB
Tenaga kesehatan maupun dokter di Wisma Atlet dinilai belum mumpuni dengan fasilitas ICU. Sebanyak 34 rangkaian ICU pun akan dipindahkan ke RSUI Depok. Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 34 rangkaian fasilitas atau set intensive care unit (ICU) milik Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, bakal dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Saat ini rumah sakit itu tengah dipersiapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit pusat rujukan Covid-19 di Depok, Jawa Barat.

Komandan Lapangan RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Letkol Muhammad Arifin menyebut salah satu pertimbangan pemindahan itu adalah kurangnya tenaga kesehatan atau dokter yang mumpuni dalam manajemen penanganan pasien ICU.

"SDM-nya belum siap semua begitu, 39 ICU itu butuh ahli perawat mahir, dan yang di ICU itu kan berbeda. Kita banyak tapi perawat umum, perawat biasa, kan harus ada keahlian khusus lagi di ICU," kata Arifin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/9).  


Pemindahan puluhan set ICU itu atas permintaan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Arifin menilai alih fungsi fasilitas tempat tidur dan ventilator yang bakal difungsikan di RSUI itu untuk memfasilitasi pasien terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat.

Sementara RSD Wisma Atlet sejauh ini hanya menerima dan menangani pasien terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang saja.

"Untuk pemerataan, yang di RSUI mungkin tidak punya, punya berapa begitu. Kemudian arah pertimbangannya mungkin meng-cover Depok ke arah sana," sambungnya.  

Tenaga kesehatan memeriksa ambulans di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus kumulatif hingga Rabu (16/9/2020) mencapai 228.993. AANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.Tenaga kesehatan memeriksa ambulans di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Rabu (16/9/2020). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Kendati demikian, Arifin yang juga menjabat sebagai pengendali medis dan paramedis RSD Wisma Atlet ini mengaku pihaknya masih membutuhkan beberapa set ICU untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala sedang mendekati berat yang kemudian akan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Dalam hal ini, Kemenkes hanya menargetkan 34 dari 39 total set ICU yang dimiliki RSD Wisma Atlet untuk kemudian diboyong ke RSUI. Sementara lima set ICU lainnya masih dipergunakan di Wisma Atlet guna mengantisipasi kondisi yang memungkinkan pasien harus dirawat sementara di ruangan ICU.  

"Sementara ini ya untuk masa transisi saja, minimal untuk stabilkan pasien-pasien yang akan dirujuk ke RS rujukan," ujarnya.

Koordinator RSD Wisma Atlet Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono juga turut menegaskan bahwa 34 set ICU yang terdiri dari tempat tidur dan ventilator bakal dialihkan ke RSUI untuk memfasilitasi pasien terinfeksi covid-19 dengan gejala berat di sana.  

"Sehingga diputuskan tentunya perlu untuk memindahkan 34 unit set ICU ke RS tersebut, dan disisakan ada 5 unit set ICU untuk mem-back up pelayanan di RSD Covid-19 ini," kata Tugas di Wisma Atlet yang disiarkan Kompas TV, Sabtu (26/9).

"Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Bapak Menteri Kesehatan, sebagian dipindahkan ke RS UI Depok," imbuhnya.

Tugas pun menyatakan pemindahan puluhan set ICU itu sudah melalui pembicaraan dan koordinasi antara Kemenkes dan pihak Wisma Atlet, dan Depok, mengingat kasus di Kota Depok masih menunjukkan kenaikan kasus fluktuatif cenderung meningkat.

(khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]