Penagih Utang Istri Polisi Pingsan Divonis Bebas

CNN Indonesia | Rabu, 07/10/2020 03:12 WIB
Terdakwa penagih utang istri polisi lewat Instagram, pingsan setelah divonis bebas. Begitu siuman, dia menangis di persidangan. Terdakwa Febi Nur Amelia saat dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 2 tahun di Pengadilan Negeri Medan. (CNN Indonesia/Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis bebas terhadap Febi Nur Amelia (29). Wanita tersebut dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik istri polisi bernama Fitriani Manurung karena menagih utang di Instagram.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Febi Nur Amelia tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan penuntut umum. Oleh karena itu membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan penuntut umum tersebut," ucap Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (6/10).

Menurut majelis hakim tindakan Febi menagih utang Fitriani Manurung sebesar Rp70 juta tidak bersalah. Sebab dalam pertimbangan hakim, Fitriani Manurung telah terbukti meminjam uang Rp70 juta kepada Febi pada 2016 melalui transfer rekening M Banking Mandiri dari terdakwa. 


"Oleh karena itu memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harta serta martabatnya," ujar hakim.

Seusai ketok palu, Febi yang mengenakan pakaian serba putih itu mencoba bangkit dari kursi pesakitan. Namun kemudian wanita berkerudung itu jatuh pingsan.

Febi sempat dibaringkan di bangku panjang tempat biasa dia duduk saat menjalani sidang. Wanita tersebut kembali sadar, namun kemudian menangis di persidangan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan menuntut 5 terdakwa Febi dengan pidana penjara selama 2 tahun. Ia didakwa bersalah karena melakukan pencemaran nama baik terhadap seorang istri Polisi bernama Fitriani Manurung (42) karena menagih utang lewat media sosial Instagram.

Menurut JPU perbuatan terdakwa Febi warga Komplek Menteng Indah, Blok IV C, No 05, Kota Medan itu terbukti bersalah sebagaimana dalam Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berdasarkan dakwaan JPU, peristiwa yang menjerat Febi terjadi pada Selasa, (19/2/2019) sekira jam 21.00 WIB. Awalnya saksi Haryati selaku adik kandung dari Fitriani Manurung memberikan informasi kepada kakaknya tentang postingan dari Instagram atas nama @feby25052 yang merupakan akun IG terdakwa Febi Nur Amelia. Dalam isi postingan tersebut, terdakwa Febi membuat tulisan di Instastory miliknya dengan kalimat:

"SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR. AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Di Bandara Jakarta, Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang," jelas Randi.

Febi membuat unggahan itu agar Fitriani Manurung membayar utangnya yang tak kunjung dibayar sejak 12 Agustus 2016 hingga saat ini. Awalnya, pada Desember 2016, Fitriani Manurung mencoba meminjam uang sekitar Rp70 juta kepada terdakwa. Sepengetahuan terdakwa, uang tersebut akan dipergunakan untuk mempromosikan jabatan suami dari Fitriani Manurung yang bekerja di kepolisian.

Terdakwa Febi mencoba menagih utang itu pada 2017. Tetapi saat itu, Fitriani Manurung memberikan beberapa alasan dan belum bisa membayar uang tersebut. Kemudian Febi kembali menagih, akan tetapi, Fitriani Manurung langsung memblokir akun Whatsapp milik terdakwa.

Pada 2019, Febi kembali mencoba mengirimkan kembali pesan (Direct Message) melalui Instagram secara pribadi. Namun saat itu Fitriani Manurung mengaku tidak mengenal terdakwa dan tidak merasa mempunyai utang. Bahkan, Fitriani Manurung memblokir kembali akun Instagram milik terdakwa. Terdakwa yang merasa kecewa lantas membuat unggahan di IG agar Fitriani Manurung melihat dan sadar untuk membayar utang.

Ternyata unggahan itu berbuntut panjang. Fitriani yang merasa namanya dicemarkan lantas melaporkan kasus itu ke polisi dengan bukti screenshot unggahan Instastory akun Instagram terdakwa.

"Akibat perbuatan terdakwa Febi Nur Amelia tersebut, nama baik saksi Fitriani Manurung menjadi tercemar karena postingan foto dan kalimat tersebut diposting di Instastory akun Instagram atas nama username feby25052 melalui media sosial yang dilihat dan dibaca oleh orang banyak," papar JPU.

(fnr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK