Alasan DPRD DKI Rapat di Puncak: Demi Cegah Covid

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 13:29 WIB
DPRD DKI beralasan rapat di puncak dilakukan karena memerlukan ruang terbuka untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ilustrasi DPRD DKI. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang alias Dame mengatakan anggota dewan butuh ruangan yang luas untuk rapat demi mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan rapat di luar kantor, yakni di Hotel Grand Cempaka atau Grand Cempaka Resort & Convention, Bogor.

"[Rapatnya di] Grand Cempaka. Alasannya perlu ruang terbuka untuk antisipasi penyebarluasan covid aja," kata Dame saat dihubungi, Rabu (21/10).


Pada saat rapat di Hotel Grand Cempaka Bogor, semua ruangan akan dibuka. Rapat tidak dimungkinkan dilakukan di Gedung DPRD DKI karena alasan ruangan yang tertutup.

"Semua jendela-jendela kita buka. Kalau kantor kan tertutup semua tak ada jendela, kaca semua. Kalau di sini kan bisa," ujar dia.

Dame menyebut rapat tersebut hanya berjalan satu hari, Rabu (21/10). Adapun pihak yang diundang ialah anggota DPRD DKI, eksekutif, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Hari ini saja. Mitra kerja bidang komisi B itu ada beberapa BUMD, ada beberapa SKPD yang diundang," tutup dia.

Dalam surat undangan tertulis rapat di hari Rabu (21/10) pukul 09.00 WIB. Di dalam surat itu juga tertulis bahwa agenda rapat ialah pembahasan dan pendalaman terhadap Rancangan Kebijakan Uum Perubahan APBD (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2020.

Selain para anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, undangan ini diteruskan kepada Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreati, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha.

Kemudian Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI JAkarta serta Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta.

Diketahui kasus positif di Jakarta per hari ini sudah menyentuh angka 96.217 kasus atau bertambah 964 kasus sejak kemarin. Dari angka ini masih ada 13.024 yang dirawat dan sebanyak 2.086 dinyatakan meninggal dunia.

(CTR/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK