Dalih DPRD DKI Rapat Banggar di Puncak: Trauma Covid

CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2020 09:55 WIB
Rapat Banggar DPRD DKI di Puncak, digelar di Hotel Grand Cempaka dengan alasan sebagian anggota khawatir tertular Covid jika rapat di Gedung DPRD DKI. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak mengakui pihaknya sengaja menggelar rapat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Rapat diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Rabu (4/11).

Jhonny mengatakan, rapat di Puncak tersebut didasari pandangan legislatif dan eksekutif. Mereka, kata dia, khawatir jika rapat digelar di Gedung DPRD di tengah pandemi Covid-19.

"Justru memang sebagian trauma rapat di DPRD, dengan asumsi pengaturan protokol kesehatan di situ kan, gedung itu ya, ventilasi segala macam (kurang bagus), seperti itu," kata Jhonny saat dihubungi, Kamis (5/11).


Jhonny menyebut sebagian anggota dewan khawatir tertular virus corona (Covid-19) jika menggelar rapat di Gedung DPRD, terlebih bila rapat dihadiri oleh banyak pihak.

Sementara, rapat di Hotel Grand Cempaka kemarin, kata dia, dilakukan di ruangan cukup terbuka dan memiliki ventilasi yang bagus.

Selain itu, kata dia, rapat di sana tidak membuat peserta rapat yang hadir menumpuk.

"Suasana itu yang sebenarnya kita rapat di sana. Justru kita lebih adem, saya sendiri setelah di sana lebih senang di situ," ujarnya.

"Kalau di DPRD, tahu sendiri numpuk, kan. Sementara gedungnya kayak gitu. Jadi alasannya memang faktor kesehatan juga," kata Jhonny menambahkan.

Lagipula, menurut politikus PDIP itu, selama ini DPRD belum pernah menggelar rapat di puncak.

Ia mengklaim, sejak lima tahun terakhir atau dari zaman Gubernur DKI Jakarta masih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, DPRD DKI belum sekalipun menggelar rapat di luar DPRD.

"Sejak zaman Ahok tuh enggak pernah ada. Sekarang ini misalnya, kenapa harus di puncak, alasan mereka sebagian besar itu, baik dari eksekutif dan DPRD, dan kawan-kawan semua, dari segi pengawasan protokol kesehatan itu lebih gampang," ujar Jhonny.

Jhonny rapat di Puncak itu dihadiri seluruh anggota Banggar berjumlah 53 orang dan 15 orang Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta. Rapat dilakukan sehari tanpa menginap di lokasi.

(dmi/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK