Polisi Klaim Sudah Imbau Prokes Massa Acara Haul di Tangerang

CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 11:36 WIB
Ribuan warga memadati Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Ponpes Al-Istiqlaliyyah, Tangerang, Banten. Polisi mengklaim sudah mengimbau warga. Aparat coba membubarkan ribuan wargayang kadung berkerumun di haul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Ponpes Al-Istiqlaliyyah, Kabupaten Tangerang, kemarin. (Foto: Dok.Polda Banten)
Serang, CNN Indonesia --

Haul atau peringatan wafat Syekh Abdul Qadir Jaelani di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istiqlaliyyah, Kabupaten Tangerang, Banten, dibanjiri ribuan warga tanpa jaga jarak. Polda Banten pun mengklaim sudah berupaya mengimbau penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Dari video dan foto yang diterima oleh CNNIndonesia.com, ribuan warga tampak memenuhi masjid dan lingkungan sekitarnya tanpa jarak aman. Terdengar seruan untuk mengenakan masker dan penerapan protokol kesehatan lainnya dari mikrofon. 

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar, Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari, Danrem 052/Wijaya Krama Brigjen TNI Purwito Hadi Wardhono hingga Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar disebut ikut turun ke lokasi untuk mengingatkan tamu undangan memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan.


Pihak kepolisian juga menerangkan bahwa panitia sudah membuat tanda tempat duduk, agar ada jarak antar tamu yang hadir.

"Kami meminta kepada jemaah haul agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Hal itu memungkinkan jemaah menjaga jarak saat duduk karena sudah ada tandanya," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, yang dikirimkan oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, Senin (30/11) dini hari.

Pengamanan dan upaya penerapan prokes Covid-19 melibatkan 800 personel dari Polri, TNI, hingga Satpol PP Kabupaten Tangerang. Bahkan, ada ratusan santri dan masyarakat yang dipulangkan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang.

Mereka berasal dari Serang, Pandeglang, Lebak dan wilayah lainnya yang akan menghadiri haul Syekh Abdul Qodir Jaelani ke-62 di Ponpes Al-Istiqlaliyyah.

Dalam video dokumentasi Polda Banten, Kapolresta Tangerang memegang mikrofon kemudian meminta jama'ah untuk menerapkan prokes, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

"Menjaga jarak atau tidak berkerumun merupakan bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan," terangnya.

Edy Sumardi mengaku personienya juga berupaya untuk membubarkan kerumunan massa. Kemudian, pihak panitia juga sudah melakukan berbagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kerumunan, seperti menayangkan haul melalui media sosial (medsos).

Berbagai ajakan untuk tidak hadir ke ponpes dan menyaksikan melalui virtual juga sudah dilakukan oleh panitia dan Satgas covid-19. Hal ini untuk menghindari terciptanya cluster baru virus Corona di Banten.

"Imbauan secara persuasif dari tiga pilar kamtibmas Kabupaten Tangerang, agar massa haul membubarkan diri dengan tertib demi mencegah dari potensi penyebaran covid-19. Kami sangat apresiasi kepada Abuya Uci Cilongok yang menyelenggarakan haul Syekh Abdul Qodir secara virtual," kata Edy, melalui pesan singkatnya, Senin (30/11).

Sejauh ini, belum ada keterangan soal kemungkinan memproses hukum kasus kerumunan ini dan bahkan evaluasi para pejabat daerahnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Rudy Sufahriadi dicopot karena dianggap tak mampu mencegah kerumunan massa di acara yang dihadiri Rizieq Shihab di sejumlah tempat.

Polisi pun meminta klarifikasi terhadap panitia acara hingga pejabat daerah terkait kerumunan itu. Kasus inipun sudah naik ke tahap penyidikan.

(ynd/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK