Covid Jateng Naik, Ganjar Minta Perketat Pencoblosan Pilkada

CNN Indonesia | Sabtu, 05/12/2020 01:58 WIB
Ganjar Pranowo mengingatkan petugas KPPS saat pencoblosan nanti mengatur proses pelaksanaan sehingga tak ada warga yang saling berkomunikasi dan bersentuhan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewanti-wanti para penyelenggara pemilu dalam pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember mendatang. Ilustrasi (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mewanti-wanti kegiatan pemungutan suara Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang di tengah kenaikan kasus Covis-19 di wilayahnya tersebut.

Ganjar mengaku pihaknya terus berusaha untuk memperkecil risiko penularan Covid-19 dalam penyelenggaraan kontestasi politik elektoral lima tahunan tersebut.

"Sebenarnya keputusan pilkada berjalan dan berbarengan dengan Covid-19 lagi naik itu sesuatu yang tidak gampang. Kita tidak akan mengambil risiko. Maka yang bisa kita lakukan adalah bagaimana memperkecil risiko," kata Ganjar dalam dialog 'Investigasi Kesiapan APD Pilkada: Apa Hasilnya?' di YouTube BNPB, Jumat (4/12).


Ganjar meminta petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat pencoblosan nanti mengatur proses pelaksanaan sehingga tidak ada warga yang saling berkomunikasi dan bersentuhan.

Ia juga mengingatkan persiapan-persiapan alat penunjang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang diperlukan dalam pemungutan suara nanti segera disediakan.

"Karena kemungkinan masyarakat mencoblos, mereka semuanya mesti diatur betul jaraknya pastikan tidak bersentuhan. Maka diperingatkan umpama nanti bisa ter-cover enggak peralatannya, apa bisa on time dari sisi waktu, bisa base on schedule," ujar Ganjar.

Infografis BENDA WAJIB DI TPS PILKADA SAAT PANDEMIFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis BENDA WAJIB DI TPS PILKADA SAAT PANDEMI

Bubarkan Kampanye Langsung

Lebih lanjut, politikus PDIP itu mengimbau kepada para partai politik yang ikut berpartisipasi dalam Pilkada 2020 agar tak melakukan kampanye tatap muka pada hari terakhir kampanye, 5 Desember besok.

Menurutnya, kerumunan yang muncul saat kampanye tatap muka berpotensi membuat penularan Covid-19 menjadi lebih tinggi. Ganjar menyadari kampanye secara langsung masih menjadi primadona meski tinggi risiko penularan Covid-19.

"Dalam rapat itu, saya sampaikan 'eh besok itu kampanye terakhir ya, tolong jangan ada gerakan', kedua kita sampaikan 'awas ya dalam proses itu KPU siapkan'," katanya.

Ganjar pun meminta Bawaslu tak segan-segan membubarkan kampanye langsung yang membuat kerumunan. Menurutnya, Bawaslu harus bekerja sama dengan pemerintah tingkat desa dan kepolisian untuk melakukan pembubaran.

"Faktanya di Jateng terjadi kampanye turun ke jalan, maka saya sampaikan ke Bawaslu: bubarkan, kerja sama dengan pemda desa dan kepolisian," ujarnya.

Sementara itu, angka Covid-19 di Jateng menurut data Satgas Covid-19 pada Jumat (4/12) sebanyak 59.228 kasus. Jateng sempat pecah rekor kasus Covid-19 harian sebanyak 2.036 kasus pada Minggu (29/11).

Sekitar 20 daerah di Jateng menggelar Pilkada 2020. Daerah tersebut antara lain, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kota Magelang, dan Kota Solo.

Kemudian Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kebumen, Rembang, Purbalingga, Blora, Kendal, Sukoharjo, Wonosobo, Wonogiri, Purworejo, Sragen, Klaten, Pemalang, Grobogan, serta Demak.

Masih berdasarkan data Satgas per 29 November, belasan wilayah di daerah yang dipimpin Ganjar Pranowo itu berstatus zona merah atau risiko tinggi penularan virus corona.

Wilayah zona merah di Jateng antara lain, Kota Pekalongan, Kota Tegal, Banjarnegara, Banyumas, Temanggung, Pemalang, Tegal, Sukoharjo, Kendal, Brebes, Blora, dan Klaten. Beberapa daerah zona merah ini pun diketahui menggelar Pilkada 2020.

(mln/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK