Polri Terjunkan 83 Ribu Personel Kawal Vaksinasi Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 19:27 WIB
Polri menyebut pengawalan personel terhadap vaksin sudah dilakukan sejak tiba di Indonesia, tepatnya Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Ilustrasi. Rangkaian persiapan vaksinasi covid di RI. (CNN Indonesia/Yandhi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri menyatakan pihaknya menerjukan puluhan ribu personel untuk mengawal proses vaksinasi covid-19 secara nasional yang sudah akan mulai berjalan Januari ini.

"83.566 personel yang digelar dalam rangka menyukseskan program vaksin nasional," kata Kepaa Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/1).

Rusdi menjelaskan bahwa pengawalan terhadap vaksin itu sudah dilakukan sejak tiba di Indonesia, tepatnya Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.


Kemudian, kata dia, vaksin tersebut pun telah dibawa dan akan didistribusikan ke provinsi-provinsi. Para personel, kata dia, akan terus mengawal dan mendampingi truk pembawa vaksin hingga ke tempat penyimpanan yang ada di provinsi.

"Kemudian dari provinsi akan sampai ke tingkat kabupaten kota bahkan sampai titik-titik pelaksanaan vaksin, Polri melaksanakan pengamanan tentunya bersama rekan-rekan TNI," ucap Rusdi.

Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Indonesia Maju memulai rangkaian vaksinasi dengan pertama kali disuntik vaksin Sinovac Biotech Ltd pada Rabu (13/1).

Penyuntikan akan dilakukan di Jakarta sebagai simbol dimulainya vaksinasi di Indonesia. Vaksinasi perdana juga akan diikuti di 34 provinsi secara serentak.

Kemudian pada Kamis (14/1) dan Jumat (15/1), vaksinasi massal di berbagai daerah dimulai. Tenaga kesehatan, kepala daerah, dan tokoh masyarakat jadi tiga kelompok prioritas dalam gelombang pertama vaksinasi.

Jokowi meminta masyarakat tidak terlena oleh kabar vaksinasi. Jokowi meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama pandemi berlangsung.

"Meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya minta untuk tetap kita waspada, tidak lengah disiplin terhadap protokol kesehatan," ucapnya.

Jelang vaksinasi dilaksanakan, BPOM belum menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA). Sinovac juga belum mengumumkan tingkat keampuhan vaksin mereka setelah tahap uji klinis fase 3 selesai.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK