Perampokan SPBU, Polisi Geledah Rumah 2 Istri 'Orang Dalam'

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 07:27 WIB
Dua rumah dari para istri Susanto, karyawan SPBU yang diduga sebagai 'orang dalam' kasus perampokan perusahaannya, digeledah. Ilustrasi penggeledahan. (Foto: Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menggeledah rumah dua istri dari Susanto, salah satu karyawan PT. Trical Langgeng Jaya yang diduga menjadi otak perampokan uang perusahaan pemilik SPBU, di Pandean Lamper dan Pedurungan Kidul, Semarang Minggu (24/1) dini hari.

Penggeledahan yang dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana itu dilakukan untuk mencari petunjuk keberadaan Susanto yang hingga kini masih raib.

Diketahui, perampokan uang SPBU senilai Rp561 juta terjadi di depan kantor PT. Trical Langgeng Jaya, Semarang, oleh empat orang yang memakai dua motor, beberapa waktu lalu.


Usai empat pelaku yang merupakan kelompok Lampung ditangkap, polisi mendapat keterangan bahwa ada keterlibatan orang dalam pada aksi itu. Nama Susanto pun mencuat.

"Dari keterangan pelaku eksekutor yang sudah kita tangkap, ada menyebut nama S , salah satu karyawan perusahaan. Dan saat akan kami panggil dan periksa, S ini tak masuk kerja hingga sekarang," ungkap Indra, dalam keterangannya.

Pihaknya kemudian melakukan perburuan. Di rumah istri pertamanya di kawasan Pandean Lamper Semarang, polisi tak mendapati keberadaan Susanto. Demikian pula di rumah istri sirinya yang ada di kawasan Plecing Pedurungan Kidul Semarang.

Kepada Polisi, kedua istri Susanto memberikan keterangan yang sama. Bahwa, suami mereka terakhir kali terlihat di rumah pada Rabu (20/1).

Keesokan harinya, para eksekutor perampokan uang SPBU senilai Rp561 juta, di Ciamis. Sejak itu, Susanto tak pulang ke rumah dan tak bisa dihubungi hingga sekarang.

"Kemudian ini kita datangi rumah istrinya, dia punya dua istri, namun di dua lokasi ini keberadaan S tidak ada. Dari keterangan kedua istrinya, S terakhir terlihat di rumah pada Rabu, esok harinya S tak pulang rumah dan HP nya tak bisa dihubungi," ungkapnya.

Indra berpesan kepada istri dan keluarga Susanto bilamana Susanto menghubungi, agar diminta menyerahkan diri.

"Kita pesan pada keluarga nih, kalau Susanto menghubungi, supaya segera menyerahkan diri. Kita akan kejar tangkap dia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Indra.

(dmr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK