Uang Suap Edhy: Beli Sepeda, Mobil, Tanah, Jam Tangan Rolex
CNN Indonesia
Kamis, 15 Apr 2021 11:53 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menggunakan uang suap perizinan ekspor benih lobster (benur) untuk berbagai keperluan pribadi dan anak buahnya. (ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo didakwa menggunakan uang hasil suap penetapan izin ekspor benih lobster (benur) untuk berbagai keperluan. Mulai dari membeli tanah, sepeda mewah, hingga memfasilitasi penyewaan apartemen untuk sekretaris pribadinya.
Edhy didakwa telah menerima suap sebesar US$77 ribu atau sekitar Rp1,12 miliar dan Rp24.625.587.250,00 dari para eksportir benur.
Sekitar bulan Juni 2020, Edhy melalui sekretaris pribadinya Amiril Mukminin membayar pembelian tanah milik Dayu di Blok Jatinegara, Desa Cibodas dengan luas 73,5 tumbak atau 1.029m3 sebesar Rp147 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu bulan berikutnya, Edhy membayar sewa Apartemen Signature Park Grande Cawang Rp70 juta yang ditempati sekretaris pribadinya, Anggia Tesalonika Kloer dan Apartemen Menteng Park Cikini Raya Rp80 juta yang ditempati sekretaris pribadinya Putri Elok Sekar Sari.
Masih pada bulan yang sama, Edhy memakai uang sebesar Rp277 juta untuk pembelian 17 unit sepeda jenis road bike. Pembelian sepeda mewah ini juga melalui Amiril dan staf khusus Edhy bernama Safri.
Edhy juga membeli tanah senilai total Rp3 miliar di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, atas nama pemegang Hak, Elly Winda Aprillya.
"Tanggal 18 Juli 2020, tanggal 8 Agustus 2020 dan tanggal 28 Oktober 2020, terdakwa melalui Amiril melakukan 3 kali pembayaran dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp190 juta untuk pembelian tanah milik WARA di Blok Pasirwaru Desa Cibodas dengan luas 135 tumbak atau 1.892 m2," kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4).
Berikut rincian penggunaan uang suap izin ekspor benih lobster Edhy untuk berbagai macam keperluan pribadinya:
- Rp550 juta untuk biaya penebangan pohon, pembuatan pagar setinggi 3 meter, serta pengaspalan jalan dan lahan parkir di rumah mertua Edhy di Pasir Maung, Desa Cijayanti Babagan Madang, Kabupaten Bogor.
- Rp168,4 juta untuk membeli 8 unit sepeda Patrol 572. Total pembelian sepeda 118,4 juta. Sisanya, sebesar Rp50 juta digunakan Safri untuk membeli 2 buah handphone Samsung dengan tipe Galaxy Note 20 dan Samsung Flip Z.
- Rp818 juta untuk pembelian 2 unit mobil, Toyota Rush dan Toyota Fortuner.
- Rp15 juta kepada pedangdut Betty Elista.
- Rp10,3 juta kepada Rika Rovikoh.
- Rp500 juta membeli tanah milik Aan Prawira di Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
- Rp414 juta membeli mobil HRV untuk Anggia.
- Rp302,6 juta untuk membeli jam tangan merek Jacob & Co.
- Rp750 juta membayar jasa notaris Alvin Nugraha untuk balik nama 27 bidang tanah di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, atas nama Edhy Prabowo.
- US$5.000 atau sekitar Rp73,02 juta kepada Munisa Rabbimova Azim Kizi atas pembayaran barang dan jasa/ transaksi komersial answer.
- Rp740 juta untuk membeli jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold dan Rp175 juta untuk membayar pajak Bea Cukai.
- Membeli mobil satu unit mobil merk Toyota Innova Venturer
- Rp3,4 miliar. Sebesar Rp2,5 miliar diberikan ke Staf Edhy, Qusairi Rowi. Sisanya ditranfer ke beberapa rekening yang diberikan oleh Amiril.
- Rp3,7 miliar diberikan ke PT Gardatama Nusantara.
Politikus Partai Gerindra itu juga mengirim sejumlah uang kepada beberapa pihak melalui Amiril dan Ainul. Uang tersebut untuk berbagai macam keperluan. Berikut rinciannya:
- Tety Yumiati sebesar Rp450 juta untuk pembayaran DP Tanah Edhy di Soreang, Kabupaten Bandung.
- Ismail sebesar Rp400 juta dan Rp382,8 juta
- Firman Arip sebesar Rp210 juta.
- Alayk Mubarok sebesar Rp209 juta untuk pelunasan pinjaman uang Amiril kepada Alayk.
- Azis Ewan Wijaya sebesar Rp200 juta pada untuk pinjaman uang dari Amiril.
- Ken Widharyuda Rinaldo sebesar Rp81 juta untuk biaya reparasi interior dan eksterior mobil Land Crusier milik Edhy.
- Ery Cahyanungrum sebesar Rp71,4 juta.
- Luthfi Muhammad Sidik sebesar Rp50 juta.
- Pembayaran kartu kredit Edhy sebesar Rp40,7 juta
- Ditransfer kepada pihak-pihak lain untuk kepentingan Edhy dengan total sebesar Rp1,3 miliar dan Rp429,5 juta
"Dipergunakan untuk belanja Edhy dan Iis Rosita Dewi (istri Edhy) pada saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada tanggal 17 sampai dengan 24 November 2020 sebesar Rp833.427.738,00," ujar jaksa.
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo didakwa menggunakan uang hasil suap penetapan izin ekspor benih lobster (benur) untuk berbagai keperluan. Mulai dari membeli tanah, sepeda mewah, hingga memfasilitasi penyewaan apartemen untuk sekretaris pribadinya.
Edhy didakwa telah menerima suap sebesar US$77 ribu atau sekitar Rp1,12 miliar dan Rp24.625.587.250,00 dari para eksportir benur.
Sekitar bulan Juni 2020, Edhy melalui sekretaris pribadinya Amiril Mukminin membayar pembelian tanah milik Dayu di Blok Jatinegara, Desa Cibodas dengan luas 73,5 tumbak atau 1.029m3 sebesar Rp147 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu bulan berikutnya, Edhy membayar sewa Apartemen Signature Park Grande Cawang Rp70 juta yang ditempati sekretaris pribadinya, Anggia Tesalonika Kloer dan Apartemen Menteng Park Cikini Raya Rp80 juta yang ditempati sekretaris pribadinya Putri Elok Sekar Sari.
Masih pada bulan yang sama, Edhy memakai uang sebesar Rp277 juta untuk pembelian 17 unit sepeda jenis road bike. Pembelian sepeda mewah ini juga melalui Amiril dan staf khusus Edhy bernama Safri.
Edhy juga membeli tanah senilai total Rp3 miliar di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, atas nama pemegang Hak, Elly Winda Aprillya.
"Tanggal 18 Juli 2020, tanggal 8 Agustus 2020 dan tanggal 28 Oktober 2020, terdakwa melalui Amiril melakukan 3 kali pembayaran dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp190 juta untuk pembelian tanah milik WARA di Blok Pasirwaru Desa Cibodas dengan luas 135 tumbak atau 1.892 m2," kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4).
Berikut rincian penggunaan uang suap izin ekspor benih lobster Edhy untuk berbagai macam keperluan pribadinya:
- Rp550 juta untuk biaya penebangan pohon, pembuatan pagar setinggi 3 meter, serta pengaspalan jalan dan lahan parkir di rumah mertua Edhy di Pasir Maung, Desa Cijayanti Babagan Madang, Kabupaten Bogor.
- Rp168,4 juta untuk membeli 8 unit sepeda Patrol 572. Total pembelian sepeda 118,4 juta. Sisanya, sebesar Rp50 juta digunakan Safri untuk membeli 2 buah handphone Samsung dengan tipe Galaxy Note 20 dan Samsung Flip Z.
- Rp818 juta untuk pembelian 2 unit mobil, Toyota Rush dan Toyota Fortuner.
- Rp15 juta kepada pedangdut Betty Elista.
- Rp10,3 juta kepada Rika Rovikoh.
- Rp500 juta membeli tanah milik Aan Prawira di Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
- Rp414 juta membeli mobil HRV untuk Anggia.
- Rp302,6 juta untuk membeli jam tangan merek Jacob & Co.
- Rp750 juta membayar jasa notaris Alvin Nugraha untuk balik nama 27 bidang tanah di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, atas nama Edhy Prabowo.
- US$5.000 atau sekitar Rp73,02 juta kepada Munisa Rabbimova Azim Kizi atas pembayaran barang dan jasa/ transaksi komersial answer.
- Rp740 juta untuk membeli jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold dan Rp175 juta untuk membayar pajak Bea Cukai.
- Membeli mobil satu unit mobil merk Toyota Innova Venturer
- Rp3,4 miliar. Sebesar Rp2,5 miliar diberikan ke Staf Edhy, Qusairi Rowi. Sisanya ditranfer ke beberapa rekening yang diberikan oleh Amiril.
- Rp3,7 miliar diberikan ke PT Gardatama Nusantara.
Aliran Uang Suap Benur Edhy Prabowo
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango memperlihatkan barang bukti kasus dugaan suap Edhy Prabowo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Politikus Partai Gerindra itu juga mengirim sejumlah uang kepada beberapa pihak melalui Amiril dan Ainul. Uang tersebut untuk berbagai macam keperluan. Berikut rinciannya:
- Tety Yumiati sebesar Rp450 juta untuk pembayaran DP Tanah Edhy di Soreang, Kabupaten Bandung.
- Ismail sebesar Rp400 juta dan Rp382,8 juta
- Firman Arip sebesar Rp210 juta.
- Alayk Mubarok sebesar Rp209 juta untuk pelunasan pinjaman uang Amiril kepada Alayk.
- Azis Ewan Wijaya sebesar Rp200 juta pada untuk pinjaman uang dari Amiril.
- Ken Widharyuda Rinaldo sebesar Rp81 juta untuk biaya reparasi interior dan eksterior mobil Land Crusier milik Edhy.
- Ery Cahyanungrum sebesar Rp71,4 juta.
- Luthfi Muhammad Sidik sebesar Rp50 juta.
- Pembayaran kartu kredit Edhy sebesar Rp40,7 juta
- Ditransfer kepada pihak-pihak lain untuk kepentingan Edhy dengan total sebesar Rp1,3 miliar dan Rp429,5 juta
"Dipergunakan untuk belanja Edhy dan Iis Rosita Dewi (istri Edhy) pada saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada tanggal 17 sampai dengan 24 November 2020 sebesar Rp833.427.738,00," ujar jaksa.