Covid Naik 15,1 Persen Sepekan, Satgas Akui Dampak Lebaran
Sementara itu, 25 warga Dusun Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul akan menjalani tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR), hari ini, Sabtu (5/6).
Puluhan orang ini adalah mereka yang sempat menghadiri takziah dan terlibat dalam prosesi pemakaman jenazah pasien Covid-19 dengan tanpa protokol kesehatan (prokes).
"Warga Lopati semuanya, ada keluarga [almarhum] tetangga, termasuk warga sekitar yang sempet bantu-bantu," kata Camat Srandakan Anton Yulianto saat dihubungi, Jumat (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton sendiri tidak mengiyakan saat disinggung apakah pemakaman jenazah Covid-19 kemarin tanpa prokes itu dilatarbelakangi penolakan dari anggota keluarga maupun warga setempat.
Ia hanya bisa memastikan bahwa pemakaman jenazah pasien Covid-19 tanpa prokes Selasa kemarin benar adanya.
Dikatakan Anton, tes ini mengambil waktu pada Sabtu lantaran menyesuaikan masa inkubasi virus. "(Tes PCR) dipilih hari Sabtu karena hari ke-lima setelah kejadian," sambungnya.
Anton berujar, 25 orang tersebut terjaring usai Satgas Covid-19 setempat melaksanakan penelusuran kontak atau tracing pascaperistiwa yang terjadi pada Selasa (1/6) pagi itu.
"Datanya masih bergerak, karena menyesuaikan respons dari masyarakat," lanjut Anton.
Diberitakan sebelumnya, jenazah seorang lansia yang merupakan pasien Covid-19 dimakamkan tanpa prokes di Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Selasa (1/6).
Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul mengaku dihalang-halangi saat hendak membantu proses pemakaman sesuai prokes.
Buntutnya, salah seorang warga berinisial A dilaporkan ke Polres Bantul oleh FPRB dengan delik upaya penghasutan agar proses pemakaman tak menerapkan prokes, Rabu (2/6). Saat itu, sosok A diduga berdalih supaya pemakaman disesuaikan dengan adat lingkungan setempat dan syariat Islam.
Infografis Fenomena Jemput Paksa Jenazah Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen) |
Dari Makassar, 237 pekerja proyek pembangunan apartemen 31 Sudirman Suite dites swab usai temuan kasus positif pada 45 pekerja lainnya, Sabtu (5/6).
Kepala Dinas Kesehatan Makassar Andi Hadijah Iriani kepada CNNIndonesia.com menyebut hasil tes tersebut bisa diketahui esok pagi.
Sebelumnya, Master Covid-19 Kecamatan Ujung Pandang Andi Pattawari menyebutkan 45 orang pekerja proyek yang terpapar Covid-19 itu dirawat di RS Pelamonia.
Sebagai tindak lanjut, lokasi proyek dan mes para pekerja di Jalan Batu Putih, Kota Makassar, pun disegel.
[Gambas:Video CNN]
Infografis Fenomena Jemput Paksa Jenazah Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)