Tak ingin kembali kalah di babak final, Susi langsung menampilkan permainan agresif begitu pertandingan melawan Huang Hua dimulai.
Hasilnya efektif. Susi terus unggul dan mendapatkan game point di angka 10-6. Namun lantaran kehilangan fokus, permainan harus berlanjut ke deuce.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huang Hua sukses menyamakan kedudukan menjadi 10-10 dan bahkan sempat unggul 11-10. Di saat terdesak inilah justru Susi bisa kembali menata fokus, keluar dari tekanan dan berbalik menang 12-11.
Susi tak lagi tertahankan di game kedua. Ia menang mudah 11-1.
"Saya gembira karena saya menjadi tunggal putri pertama dari Indonesia yang mampu memenangi All England," kata Susi yang waktu itu masih berusia 19 tahun.