Sumber dari kepolisian federal, yang meminta agar namanya tidak disebutkan karena ia tidak berwenang mengatakan tentang kasus tersebut, berkata bahwa hasil penyelidikan terhadap rekening bank Teixeira menunjukkan ia terlibat pencucian uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teixeira, mantan menantu dari salah satu orang terkuat dalam dunia sepak bola dan presiden FIFA, Joao Havelange. tidak bersedia memberikan komentar.
Penyelidikan polisi juga menunjukkan bahwa ia telah menerima suap jutaan dolar dari perusahaan pemasaran olahraga. Namun, Teixeira menolak tuduhan itu dan berkata bahwa ia tidak melakukan kesalahan papapun.
Pada 2001 silam, Kongres Brasil juga pernah membuka penyelidikan atas kontrak kerja sama antara federasi sepak bola Brasil dan Nike. Hasilnya, Teixeira yang saat itu memimpin CBF diminta untuk mengundurkan diri karena ditemukan berbagai kejanggalan.
Kontrak antara Nike dan CBF bernilai US$ 300 juta dan disepakati pada 1996, ketika Teixeira sedang menjabat presiden federasi sepak bola Brasil -- Teixeira naik pada 1989.
Pekan lalu, senat Brasil yang dipimpin oleh Romario juga memutuskan adanya penyelidikan baru terhadap korupsi di sepak bola Brasil.
(vws)