"Kalau banding-banding, sudahlah. Di belakang kita ada pemain, pelatih, dan wasit yang mencari nafkah. Jangan Menpora melanggar hukum," ucap La Nyalla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai sidang pembacaan putusan, pihak Kemenpora yang diwakili Deputi III Bidang Pemberdayaan Olahraga, Faisal Abdullah, sendiri sempat menyatakan akan melakukan banding.
"Bagaimana dengan pemain pelatih dan wasit kalau hanya menunggu pertarungan PSSI dan Kemenpora, bicarakan soal politik. Saya mau tunduk pemerintah tapi dengan cara patuh dengan aturan statuta," tegas La Nyalla.
"Tidak ada saya keras kepala. Saya hanya jalankan perintah PSSI sesuai statuta. Kalau ada orang mengatakan saya tidak sanggup menjalankan organisasi dan menabrak statuta, saya siap mundur."
Selanjutnya PSSI akan segera menemui Kapolri dengan membawa surat resmi dari PTUN. Dengan begitu PSSI bisa kembali mendapatkan izin untuk menggelar pertandingan.
"Kita tetap jalankan ISL, pertandingan pramusim dan Liga Nusantara rencananya mulai Oktober. Kami akan ke mabes Polri setelah terima surat," ucap La Nyalla.
La Nyalla juga mengatakan surat keputusan PTUN yang memenangkan gugatan PSSI tidak cukup kuat untuk meminta FIFA mencabut sanksi.
(har)