Berbicara pada sesi jumpa wartawan pada pengundian pendahuluan Piala Dunia 2018, seperti dilansir Reuters, Valcke menyatakan bahwa presiden baru akan memilih sekjennya sendiri sehingga masanya di FIFA segera berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Valcke menolak jika ia dikatakan bertanggung jawab terhadap tuduhan korupsi dan suap yang kini dialamatkan kepada otoritas sepak bola dunia tersebut.
"Saya berpikir saya tidak terlibat, dan saya tidak memiliki apapun dalam kasus ini, dan telah melaksanakan tugas saya seperti yang disebutkan dalam statuta FIFA sebagai seorang sekretaris jenderal yaitu melaksanakan keputusan Kongres FIFA."
Valcke juga berkata bahwa FIFA akan bertemu dengan sponsor-sponsor utamanya pada Agustus nanti untuk mendiskusikan agenda reformasi.
"Akan ada pertemuan pada bulan depan pada Agustus nanti, antara mitra utama FIFA dan FIFA, untuk mendiskusikan poin-poin tersebut," kata Valcke di hadapan wartawan.
Pekan lalu, dua sponsor FIFA, Coca-Cola dan McDonald Corp, meningkatkan tekanannya pada FIFA dan menyatakan bahwa mereka menginginkan perubahan.
Juru bicara perusahaan minuman ringan tersebut berkata bahwa mereka telah menyurati FIFA dan meminta agar FIFA mendukung ide membentuk komisi independen untuk reformasi.
Langkah tersebut diikuti Visa Inc yang juga mengeluarkan pernyataan keras kepada otoritas tertinggi dunia tersebut pada Kamis (23/7) dan kembali meminta agar reformasi di tubuh FIFA dilakukan pihak ketiga.
"Kami memandang perusahaan kami, citra kami, dan klien kami dengan tingkat kepentingan tinggi dan kami coba menerapkan standar paling tinggi pada diri kami sendiri," kata Charlie Scharf, CEO Visa pada pertemuan paruh tahun mereka. "Kami ingin bermitra dengan pihak-pihak yang berpikir dan bertindak seperti kami."
"Kami tidak percaya FIFA mengikuti standar tersebut." (vws)