Tiga Pelatih Sepak Bola Nasional Tegur Kemenpora

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2015 15:19 WIB
Kemenpora ditegur tiga mantan pelatih sepak bola nasional saat audiensi dengan para perwakilan Jakmania di Media Center Kemenpora, Selasa siang (11/8). Rahmad Darmawan. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat P.H.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenpora ditegur tiga mantan pelatih sepak bola nasional saat audiensi dengan para perwakilan Jakmania di Media Center Kemenpora, Selasa siang (11/8).

Sebelumnya Jakmania melakukan demonstrasi di depan Kemenpora mendesak surat keputusan yang membekukan PSSI dicabut agar roda kompetisi berjalan kembali.

Kemudian, perwakilan demonstran tersebut diterima wakil Menpora. Sekretaris Kemenpora Alfitra Salamm yang menemui perwakilan para demonstran tersebut di Media Center menyatakan pemerintah--dalam hal ini Kemenpora--ingin ada tim independen yang membuat rancangan ke depan tentang apa saja yang disiapkan untuk pembenahan PSSI.


"Kami ingin melindungi semua stakeholder, pemain, pelatih, suporter, itu tujuannya. Siapa yg bertanggung jawab kalau pelatih dan pemain tidak dibayar? Kalau suporter meninggal?" ujar Alfitra.

Alfitra pun menegaskan pemerintah berharap ada transparansi dalam sistem pengelolaan PSSI, terutama keuangan.

Mantan pelatih penjaga gawang timnas U23 Benny VB menyatakan pemerintah hanya membangun sarana olahraga, dalam hal ini stadion sepak bola.

Sementara itu mantan pelatih kiper PSM Makassar, Hermansyah meminta pemerintah dan PSSI harusnya sama-sama saling bantu.

Sementara itu mantan Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan (RD) menilai jawaban Alfitra masih normatif.

Zuhairi Misrawi mewakili Tim Transisi sebelumnya sempat memberikan pernyataan. Namun tak lama, pernyataannya disela pentolan Jakmania, Muhammad Larico Ronggamane.

"Kami hanya ingin dengar jawaban dari Kemenpora," tukas Larico.

Sementara mantan pelatih Persija, Rahmad Darmawan (RD), menganggap jawaban Alfitra masih normatif. RD mengingatkan dualisme organisasi yang sempat menghancurkan sepak bola Indonesia bisa kembali terjadi dengan keberadaan KLB PSSI yang akan disusun Tim Transisi bentukan Kemenpora.

"Semua ingin hal (transparasi) ini, PSSI pun juga. Sekarang saya ingin melihat bagaimana PSSI tidak transparan sementara PSSI belum bekerja, saya heran. Kalau toh terjadi kesalahan pada pengurus sebelumnya, apa dilimpahkan ke pengurus selanjutnya?" kata RD.

Harapan Pelatih

RD berharap Kemenpora dapat berdiskusi lebih lanjut setelah pertemuan tersebut untuk mengembalikan kondisi sepak bola berjalan seperti sedia kala, bahkan lebih baik lagi.

Hermansyah pun demikian. Mantan kiper timnas di era 1980an itu mengaku tak datang satu rombongan dengan Jakmania yang melakukan demonstrasi.

"Dari hati nurani saya datang ke sini (Kemenpora). Menpora (Imam Nahrawi) jangan arogan. Kami ingin sepak bola dikembalikan kepada masyarakat, sudah empat bulan kita tidak ada pemasukan," ucapnya kepada CNN Indonesia usai audiensi tersebut.

Senada, Benni pun menginginkan Kemenpora berjiwa besar memikirkan para insan sepak bola yang merasakan dampak dari pembekuan sepak bola.

"Mestinya Menpora harusnya punya jalan keluarnya dulu jika berani membekukan PSSI," ujarnya.

Sebelumnya pada April lalu Menpora menandatangani surat yang menjatuhkan sanksi adminsitratif berimbas pembekuan terhadap kepengurusan PSSI yang kini diketuai La Nyalla Mattalitti. La Nyalla--yang semula menjabat Wakil Ketua Umum PSSI--itu terpilih dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Surabaya, 18 April 2015. (kid/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK