Kondisi tersebut membuat sejumlah klub bingung. Manajer PSS Sleman, Rumadi, mengatakan seluruh klub yang melakukan pertemuan dengan Tim Transisi terkait pengumuman LIT di Kantor Kemenpora, Jumat (11/3), semuanya bingung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kami pemerintah dapat memberikan pencerahan bagi teman-teman klub. Saya pikir semua punya keinginan yang sama untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik."
Ahmad mengaku diperlukan perubahan total untuk memperbaiki kondisi sepak bola Indonesia. Jika Surat Keputusan (SK) pembekuan terhadap PSSI dicabut, Ahmad mengimbau agar diiringi dengan konsep tata kelola sepak bola yang jelas.
"Kami setuju dan mendukung langkah pemerintah sejauh itu jelas dan tegas. Kami sudah berkali-kali begini, kami capai dan putus asa. Ini perlu perombakan total. Siapa yang harus memulai? Yang punya kuasa tentunya pemerintah. Bapak-Bapak harus jelas dan tegas," ucap Ahmad.
Sementara itu CEO Persitara, S. Andika, yakin kompetisi yang benar adalah kompetisi yang ada di bawah pemerintah. Andika berharap semua pihak dapat memegang komitmen untuk tata kelola sepak bola yang lebih baik.
"Kalau pemerintah mengharapkan dukungan yang sama, harus ada simbiosis mutualisme," ujar Andika. (har)