ANALISIS

False Nine Bom Waktu Man City

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 19:03 WIB
False nine salah satu kunci Manchester City berada di puncak klasemen Liga Inggris. Tapi, false nine Pep Guardiola itu bisa menjadi bom waktu. Manchester City bangkit di paruh musim Liga Inggris. (AP/Laurence Griffiths)
Jakarta, CNN Indonesia --

False nine menjadi salah satu kunci Manchester City berada di puncak klasemen Liga Inggris saat ini. Tapi, false nine Pep Guardiola itu bisa menjadi bom waktu.

Ketika Man City kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur pada pekan kesembilan, 21 November lalu, tim asuhan Pep Guardiola itu diprediksi akan terpuruk di Premier League musim ini.

Kekalahan dari Tottenham itu membuat Man City terpuruk di peringkat 9 klasemen Liga Inggris. Ini adalah start terburuk dalam sejarah karier kepelatihan Guardiola.


Segala masalah dihadapi Guardiola untuk membangkitkan Man City. Mulai dari cedera pemain, buruknya penampilan lini belakang, hingga mengabaikan tikitaka.

Manchester City's Ilkay Gundogan, right, celebrates with teammates after scoring his side's third goal during the English Premier League soccer match between West Bromwich Albion and Manchester City at the Hawthorns stadium in West Bromwich, England, Tuesday, Jan. 26, 2021. (Nick Potts/Pool via AP)Manchester City ke puncak Liga Inggris usai mengalahkan West Bromwich Albion. (Nick Potts/Pool via AP)

Mengabaikan tikitaka? Ya, itu salah satu alasan yang diungkap Guardiola ketika ditanya mengenai start buruk Man City musim ini.

"Kami berlari terlalu banyak. Tanpa bola, Anda harus berlari. Tapi dengan bola, Anda harus berjalan atau lari lebih sedikit. Lebih sering tetap di posisi dan biarkan bola berjalan, bukan Anda," ujar Guardiola.

Guardiola sudah mampu mengatasi masalah itu sejak kekalahan Man City dari Tottenham. Namun, permasalahan The Citizens belum sepenuhnya teratasi. Man City masih punya satu masalah krusial: Lini depan yang tumpul!

Cedera yang dialami Sergio Aguero membuat Guardiola harus mengandalkan Gabriel Jesus sebagai penyerang tengah. Hasilnya: cukup buruk!

Penyerang asal Brasil itu gagal menggantikan peran Aguero setelah hanya mampu mencetak dua gol dalam 11 penampilan di Liga Inggris musim ini. Namun, bukan Guardiola namanya kalau tidak bisa mengatasi masalah tersebut.

GIF Banner Promo Testimoni

Pelatih asal Catalunya itu mengatasi masalah dengan menerapkan false nine di lini depan Man City. Kevin De Bruyne, Riyad Mahrez, Ferran Torres, dan Bernardo Silva secara bergantian dimainkan Guardiola sebagai penyerang tengah.

Hasilnya cukup signifikan. Man City meraih tujuh kemenangan beruntun di Premier League, dan 13 kemenangan beruntun secara keseluruhan sejak Guardiola menerapkan false nine kali pertama saat melawan Southampton pada 19 Desember lalu. Ketika itu Torres berperan sebagai penyerang tengah Man City.

Guardiola memang pernah satu kali menurunkan Jesus sebagai penyerang tengah saat melawan Crystal Palace di Liga Inggris, 17 Januari 2021. Namun, kondisinya tidak berubah. Jesus masih tumpul dan gagal mencetak gol dalam kemenangan 4-0 atas Palace.

[Gambas:Video CNN]

Terakhir, Man City memainkan Riyad Mahrez sebagai penyerang tengah saat menang 5-0 atas West Bromwich Albion. Sebuah kemenangan yang membuat Man City berada di puncak klasemen Liga Inggris untuk kali pertama musim ini.

Sukses mengembalikan permainan tikitaka dan penggunaan false nine membuat Man City bangkit. Pengoleksi empat gelar Premier League itu saat ini menjadi tim dengan torehan kemenangan, clean sheet, penguasaan bola, dan umpan terbanyak hingga pekan ke-20.

Untuk urusan mencetak gol, Man City juga tidak terlalu buruk. Man City berada di posisi kedua tersubur bersama Manchester United dengan 36 gol, hanya terpaut satu gol dari Liverpool di puncak. Pencapaian itu diraih Man City dengan menerapkan false nine di hampir separuh pertandingan paruh pertama musim ini.

Diego Costa Jawaban untuk Man City?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK