PODIUM HIJAB

Hedaya Malak, Mengubah Citra Hijab Lewat Taekwondo

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 16:00 WIB
Hedaya Malak memiliki tekad mengubah pandangan banyak orang soal hijab dan Islam lewat prestasinya di cabang olahraga taekwondo. Hedaya Malak ingin mengubah persepsi orang tentang hijab dan Islam lewat taekwondo. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hedaya Malak Wahba mencatatkan sejarah di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan menjadi wanita Mesir pertama yang meraih medali Olimpiade di cabang taekwondo.

Prestasi itu dibukukan Hedaya Malak dengan meraih medali perunggu di kelas 57 kilogram putri usai mengalahkan taekwondoin Belgia Raheleh Asemani lewat poin sudden death.

Selain sebagai wanita Mesir pertama, Hedaya Malak juga jadi wanita Arab pertama yang mendapatkan medali Olimpiade di Taekwondo.


Pencapaian Hedaya Malak di Brasil mengundang decak kagum banyak orang. Usai prestasi gemilangnya tersebut, wanita kelahiran Kairo itu banyak mendapatkan sanjungan, terutama karena dia mengenakan hijab.

"Banyak orang mengirimi saya pesan setelah Olimpiade dengan mengatakan kepada saya, 'Kamu adalah idola saya, karena kamu mengenakan jilbab'," ujar Hedaya dikutip dari The National.

"Saya tidak melepas hijab untuk taekwondo. Saya merasa banyak orang yang terinspirasi," ucap Hedaya menambahkan.

Dalam beberapa momen tertentu, hijab masih terlihat asing di dunia olahraga. Karena itu juga Hedaya kerap menerima pertanyaan soal jilbab yang digunakannya saat berlatih maupun bertarung di taekwondo.

"Di luar negeri, orang-orang selalu bertanya kepada saya, 'Wah, bagaimana kamu berlatih dalam cuaca panas sambil mengenakan ini? Kami mengenakan lengan pendek dan celana pendek, dan Anda mengenakan lengan panjang serta syal, dan Anda tidak merasa panas atau apa pun'," tutur Hedaya.

"Mereka selalu menanyakan hal-hal seperti itu kepada saya, tetapi sekarang mereka sudah terbiasa," kata Hedaya melanjutkan.

Salah satu alasan atlet berhijab masih dipandang sebagai fenomena yang tidak umum di dunia internasional adalah, karena beberapa cabang olahraga menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melarang mereka berkompetisi.

[Gambas:Instagram]

Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) baru mengizinkan hijab digunakan di level internasional pada 2011 setelah digugat Kulsoom Abdullah pada 2010.

FIFA, badan sepak bola dunia, membatalkan larangan penggunaan hijab pada 2014. Sementara dari bola basket, FIBA mencabut larangan penutup kepada pada 2017 melalui upaya Bilqis Abdul Qaadir.

Sebagian besar pelarangan hijab itu karena jilbab dianggap tidak aman dan bisa membahayakan keselamatan atlet. Meskipun, dalam keseharian atlet tidak merasa terganggu atau terancam dalam menggunakan jilbab tersebut.

Faktor lainnya adalah pandangan sosial terhadap hijab itu sendiri. Dengan mengizinkan jilbab digunakan di pertandingan resmi maka dianggap menonjolkan simbol dari golongan atau agama tertentu, yang akhirnya bisa menimbulkan kecemburuan bagi agama lain untuk bisa diakomodasi di cabang olahraga tersebut.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Dalam laporan Sport360, Hedaya Malak menegaskan hijab bukanlah penghalang kariernya di dunia olahraga. Karena itu dengan medali perunggu Olimpiade, Hedaya ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa pandangan tersebut salah.

"Saya pikir yang paling penting adalah kami juga mengubah persepsi tentang hijab. Kami bisa sukses, kami bisa ahli dalam olahraga kami, kami bisa menjadi apa pun yang kami inginkan," kata atlet 28 tahun tersebut.

Lebih dari sekadar mengubah pandangan hijab terhadap prestasi di olahraga, Hedaya Malak juga ingin merombak pandangan bahwa Islam itu berbahaya dan teroris.

"Saya mengubah gagasan yang mungkin dimiliki orang tentang Muslim, bahwa kami adalah 'teroris' atau apa pun yang mereka sebut kami," ucap Hedaya.

"Orang-orang bertanya kepada saya pertanyaan seperti 'apakah Anda memakai jilbab ini di rumah?' Dan saya menjelaskan kepada mereka bahwa kami memiliki kehidupan yang normal," ujar Hedaya menambahkan.

Perjuangan Berat Hedaya ke Olimpiade Tokyo

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK