BMX Freestyle Indonesia Buka Peluang ke Olimpiade Tokyo

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 00:08 WIB
Indonesia kembali membuka peluang menambah jumlah atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 lewat balap sepeda nomor BMX freestyle. Cabor balap sepeda nomor BMX Freestyle berpeluang lolos ke Olimpiade 2020. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia kembali membuka peluang menambah jumlah atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 lewat cabang olahraga balap sepeda nomor BMX freestyle.

Peluang itu terbuka setelah Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) mendapatkan undangan untuk mengirimkan satu atlet terbaiknya untuk tampil di Kejuaraan Dunia di Montlier, Prancis 4-8 Juni 2021 mendatang. Ajang tersebut merupakan bagian dari kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020.

"Kami putuskan untuk melakukan seleksi hari ini karena 25 Mei mendatang menjadi batas akhir nama-nama yang akan dikirim. Kami seleksi empat pembalap putra yang berasal dari Kuningan, Bandung, Depok, dan Bekasi. Dua di antaranya pembalap yang kami seleksi itu pernah mengikuti World Cup BMX Freestyle 2019 di China dan juara nasional 2018 dan 2019," kata Sekjen PB ISSI, Parama Nugraha, Selasa (18/5).


Parama mengakui jika undangan ini relatif mendadak. Namun, ia menaruh harapan besar wakil Indonesia bisa lolos dan mendapatkan tiket wild card menuju Olimpiade Tokyo.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Melihat ranking UCI untuk zona Asia, Indonesia saat ini berada di urutan ketiga di bawah Jepang dan China berdasarkan nation ranking.
Sedangkan Indonesia hanya selisih tujuh poin dari China yang punya 957 poin. Sementara Jepang dipastikan lolos karena menyandang status tuan rumah.

"Kalau memungkinkan wildcard ada, karena dari Asia kita ada di peringkat tiga dan hanya selisih tujuh poin dari China. Jika anak-anak cukup bagus dari China kemungkinan kita lolos karena Jepang host country, sudah pasti ikut. Sebab, dari peringkat nation nomor BMX Freestyle kita juga hanya selisih tujuh poin dari China," ungkap Parama.

"Harapan saya atlet kita bisa main maksimal. Makanya yang kami seleksi adalah kemampuan untuk melakukan combo [kombinasi] atau trik dengan sempurna. Jadi dalam satu obstacle mereka harus melakukan satu dua trik sekaligus, karena di sana obstacle cukup besar. Jadi peluang untuk mereka melakukan combo itu sangat besar," imbuhnya menjelaskan.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK