Olimpiade: Tim Dayung Indonesia Asah Chemistry di Pangalengan

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 21:26 WIB
Tim Dayung Putri Indonesia, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri, terus membangun chemistry di Situ Cileunca, Pangalengan, jelang Olimpiade. Tim Dayung Putri Indonesia melakukan persiapan Olimpiade di Pangalengan. (Foto: AFP PHOTO / PORNCHAI KITTIWONGSAKUL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim dayung Putri Indonesia, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri, terus membangun chemistry di Situ Cileunca, Pangalengan, jelang tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam sepekan, Mutiara dan Melani hanya punya waktu libur sehari, yakni setiap hari Senin. Waktu libur juga dimanfaatkan keduanya untuk mengasah chemistry supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Terlebih, Melani berada di posisi depan saat di atas perahu yang punya peran mengatur tempo perahu. Sedangkan Mutiara di belakang harus bisa membuat imbang perahu supaya bisa melaju lebih cepat di lintasan.


"Kami punya tanggung jawab masing-masing, kalau saya harus bisa mengatur irama. Kalau Tiara juga ikutin aku. Ya kami kan memang berdua beregunya. Ya kami harus satu hati, saling suport. Sama-sama kerja keras, sering sharing bareng juga. Sejauh ini belum ada target. Tapi saya dan Tiara mau memberikan semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik buat Indonesia," ungkap Melani.

Mutiara dan Melani harus melanjutkan persiapan di Situ Cileunca, Pangalengan jelang tampil di Olimpiade Tokyo 2020 usai dipastikan batal mengikuti uji coba di Kejuaraan Rowing U-23 di Eropa.

Sebelumnya, kepastian dibatalkannya uji coba tim dayung putri Indonesia ke Eropa disampaikan Wakil Ketua Umum PB PODSI Budiman Setiawan. Ia menyebut keputusan ini harus diambil karena PB PODSI harus menjaga kondisi fisik atlet-atletnya sebelum turun di Olimpiade Tokyo.

"Rasanya terlalu berisiko. Sebab, mereka juga harus menjalani karantina selama 5-6 hari setelah kembali dari luar negeri. Bagi atlet, tidak latihan selama itu tentu akan memengaruhi performa mereka. Paling jika memungkinkan mereka bisa berangkat seminggu atau dua minggu sebelum Olimpiade, tetapi itu tergantung keputusan panitia di sana," ujar Budiman.

Sementara itu, Melani mengaku bangga dan tidak menyangka bisa lolos ke Olimpiade. Pasalnya, ia mengaku lawan-lawan yang dihadapinya saat kualifikasi cukup berat. Meskipun tekad untuk bisa lolos juga membara dalam dirinya.

"Kita tahu Olimpiade kejuaraan terbesar di dunia, jadi saya tidak sangka saja bisa lolos. Ini juga pertama buat saya. Saya lihat persaingan sangat berat terutama dari Eropa. Tapi kita harus kerja keras lagi. Latihannya juga terus kita tekuni biar bisa tampil maksimal," kata Melani, Selasa (18/5).

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Untuk bisa tampil maksimal, Mutiara dan Melani yang turun di nomor lightweight women's double sculls terus menjalankan latihan rutin. Meskipun batal mengikuti uji coba di kejuaraan Eropa, tapi hal itu tidak menyurutkan semangat keduanya.

"Saya tidak tahu jadi atau tidak karena dari negara sananya terhambat virus corona. Kami juga susah untuk try out keluar, biasanya kan sudah ada. Jadi program latihan masih di Pengalengan saja."

"Sekarang kami sudah mulai latihan di Pangalengan. Latihan sehari dua kali, biasanya ada tiga kali juga, tapi tergantung program. Misalnya sekarang dua hari, besok tiga hari. Kalau program latihan juga beda-beda, kalau tadi pagi di air, sekarang sepeda, terus mungkin sore beban. Jadi beda-beda setiap harinya juga," ujar atlet yang baru genap 17 tahun pada Juni mendatang.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK