HUT DKI JAKARTA KE-494

Jokowi, Anies dan Jalan Terjal DKI Bangun Stadion Taraf Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 11:51 WIB
DKI Jakarta akhirnya akan punya stadion bertaraf internasional kembali setelah menempuh jalan panjang dalam proses pembangunannya. Jakarta International Stadion. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

DKI Jakarta akhirnya akan punya stadion bertaraf internasional lagi. Ibu kota Indonesia ini akan punya stadion baru di Jakarta Utara bernama Jakarta Internasional Stadium (JIS) di usianya yang ke-494 tahun.

Dulu DKI pernah punya Stadion Lebak Bulus. Arena yang dibangun pada 1987 dan sempat menjadi markas Persija itu dihancurkan pada 8 September 2015 dan akhirnya dibangun Depo MRT (kereta layang).

Ketua Umum The Jakmania, kelompok suporter Persija, Diky Soemarno, bersyukur pada HUT ke-494 ini DKI Jakarta akan punya stadion bertaraf internasional lagi. Keberadaan JIS ini diharapkan turut mengangkat prestasi Persija, sebagai klub kebanggaan masyarakat Jakarta.


"Tentunya stadion ini [JIS] adalah hal terbaik yang pernah diberikan oleh kota Jakarta kepada masyarakatnya. Setelah sekian lama Jakarta tidak memiliki stadion yang berkapasitas besar, akhirnya stadion ini kini segera terealisasikan," kata Diky kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/6).

Sejatinya ada Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta Selatan, tetapi bukan milik Jakarta. Tempat itu dikelola oleh Sekretariat Negara sebagai aset bangsa atau pemerintah dan bukan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelum Lebak Bulu, Jakarta punya Stadion Menteng. Stadion yang didirikan pada 1921 dengan nama Voetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld) ini dirancang arsitek Belanda FJ Kubatz dan PAJ Moojen. Sayang, stadion ini pun telah punah berganti menjadi taman.

Pada 2004, Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta saat itu, mengubah alih fungsi lahan menjadi taman kota. Tepat pada 26 Juli 2006, stadion yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya ini diratakan dengan tanah. Lokasi Stadion Menteng ini kini telah menjadi Taman Kota Menteng.

DKI juga sempat punya stadion megah lain, yakni IKADA, singkatan dari Ikatan Atletik Djakarta. Stadion yang dibangun untuk PON ke-2 ini juga sudah binasa, berubah menjadi kawasan Monumen Nasional atau Monas.

Stadion Ikada ditutup pada 1962 dan akhirnya diratakan dengan tanah pada 1963. Keputusan ini sangat disayangkan, saat itu, sebab pada periode awal setelah kemerdekaan Timnas Indonesia banyak melakukan pertandingan di Stadion Ikada.

Beberapa negara yang pernah bertanding di Ikada antara lain Yugoslavia, Jerman Timur, Uni Soviet, Brasil, Cekoslowakia, Bulgaria, Swedia, hingga Turki.

Penulis buku 'Tanah Air Udaraku Indonesia' Chappy Hakim, punya memori yang indah tentang Stadion Ikada. Pada masa itu, bisa menonton pertandingan sepak bola di Stadion Ikada menjadi kebanggaan. Bentuk Stadion Ikada juga unik.

"Pada pertandingan-pertandingan besar, penonton cukup banyak yang membanjiri Stadion Ikada walau tidak sebanyak penonton yang kerap datang di Stadion Utama Senayan [Gelora Bung Karno] belakangan ini," Chappy menuliskan.

Upaya DKI Jakarta untuk punya stadion baru bertaraf internasional tidak mudah. Ide pembangunan stadion baru ini dicetuskan Joko Widodo atau Jokowi, saat masih menjadi Gubernur DKI, pada November 2012 menjelang rapat RAPB dengan DPRD DKI Jakarta.

Jokowi mengusung nama Bersih Manusiawi Wibawa yang disingkat jadi BMW. Ketika itu DPRD menyetujui pembangunan stadion ini. Sayang, upaya Jokowi terbentur status tanah. Pasalnya, tanah di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara ini bersengketa.

Meski demikian Jokowi tetap melakukan seremoni peletakan batu pertama. Untuk diketahui, ketika itu Jokowi sedang ramai digadang-gadang jadi calon Presiden Republik Indonesia dari PDI Perjuangan. Benar saja, usai peletakan batu pertama tak ada pembangunan lanjutan.

Selanjutnya Baca Pembangunan Stadion Gubernur Anies

Tendangan Anies ke Stadion JIS

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK