3 Alasan UEFA Hapus Aturan Gol Tandang Liga Champions

ptr, CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 22:25 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengungkapkan alasan-alasan di balik penghapusan aturan gol tandang di Liga Champions. Liga Champions musim depan tak lagi mengenal aturan agresivitas gol tandang. (REUTERS/TOBY MELVILLE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengungkapkan alasan-alasan di balik penghapusan aturan gol tandang di Liga Champions dan kompetisi Eropa lainnya.

Mulai musim kompetisi 2021/2022, Liga Champions tidak lagi menggunakan aturan agresivitas gol tandang. Tim yang kalah 1-2 di laga tandang kini tak langsung bisa lolos hanya bermodalkan kemenangan 1-0 di leg kedua.

Aturan gol tandang sendiri sudah diperkenalkan sejak 1965 dan jadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan kompetisi-kompetisi Eropa.


Berikut alasan yang dikemukakan oleh Ceferin, dikutip dari situs UEFA:

1. Aturan Gol Tandang Membuat Tim Tuan Rumah Takut Menyerang

Ceferin menyebut aturan gol tandang menghalangi tim tuan rumah untuk menyerang, terutama di leg pertama. Hal itu dikarenakan mereka takut kebobolan dan membuat tim tamu punya keuntungan penting.

UEFA's newly elected president, Slovenian Aleksander Ceferin, is pictured during the 12th Extraordinary UEFA congress in Lagonissi, some 40 kilometers south of Athens, on September 14, 2016. Disgraced football leader Michel Platini said on September 14 in a farewell speech to UEFA that he felt no guilt over a $2 million payment from FIFA that has seen him suspended for four years. / AFP PHOTO / ARIS MESSINISAleksander Ceferin menyebut tim tuan rumah takut menyerang lantaran aturan agresivitas gol tandang. ( AFP PHOTO / ARIS MESSINIS

2. Ketidakadilan di Babak Perpanjangan Waktu

Ceferin menyatakan bahwa aturan gol tandang bakal terasa lebih berat bagi tuan rumah di leg kedua saat pertandingan penentuan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

"Ada kritik tentang ketidakadilan, terutama di perpanjangan waktu, yaitu kewajiban tim tuan rumah untuk mencetak dua gol ketika tim tamu bisa mencetak satu gol [saat masa perpanjangan waktu]," ucap Ceferin.

Pasalnya bila kedua tim sama-sama mencetak satu gol di perpanjangan waktu, tim tamu yang bakal unggul lantaran punya agresivitas gol tandang.

Banner Euro 2020

3. Keuntungan Tuan Rumah Tak Lagi Signifikan

Ceferin meyakini bahwa status tuan rumah tak lagi membawa keuntungan signifikan seperti sebelumnya, sebuah hal yang sempat jadi landasan aturan agresivitas gol tandang.

"Saya rasa wajar menyatakan bahwa keuntungan tuan rumah saat ini tak lagi signifikan seperti sebelumnya," kata Ceferin.

Ceferin yakin Komite Eksekutif UEFA sudah mengambil keputusan tepat bahwa sebuah gol di laga tandang tidak lagi memilik bobot lebih besar dari gol yang dicetak di kandang.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK