XL Anggarkan Belanja Modal Rp 7 Triliun untuk 2015

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 26/02/2015 16:35 WIB
XL Anggarkan Belanja Modal Rp 7 Triliun untuk 2015 Deputi CEO XL Axiata, Dian Siswarini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Lombok, CNN Indonesia -- Perusahaan operator seluler XL Axiata menganggarkan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar Rp 7 triliun untuk 2015 yang sebagian besar akan dialokasikan untuk meningkatkan kualitas layanan untuk pelanggan yang mencapai 59,6 juta pada akhir 2014 lalu.

Tahun 2015 ini, XL Axiata akan fokus menggiring kebiasaan masyarakat ke arah yang serba digital dan mendukung agenda pemerintah soal Rencana Pitalebar Indonesia (RPI)

Dalam acara Media Gathering di kawasan Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/2), Deputi CEO XL Axiata Dian Siswarini, mengatakan bahwa perusahaan berencana mengedukasi era digital di desa dan kota dengan menjalankan program "Smart City" dan "Smart Village".


Baca juga: XL akan Perluas Jaringan 4G LTE ke 10 Kota

XL juga akan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah demi menjalankan program digital masyarakat tersebut. Pembangunan BTS di suatu daerah akan ditentukan oleh potensi pasar, kapasitas, pertumbuhan, hingga tingkat penggunaan ponsel pintar di daerah itu.

Dari situ, penggunaan teknologi pada setiap BTS juga akan berbeda. Jaringan 2G akan semakin berkurang mengingat jaringan 4G LTE tengah dikembangkan dan lambat laun akan mengurangi dominasi 3G.

Saat ini XL telah menggelar layanan 4G LTE di Bogor, Medan, dan Yogyakarta, serta uji coba dalam ruangan di lima pusat perbelanjaan di Jakarta. Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Axiata asal Malaysia itu, berencana menggelar 4G LTE di 10 kota besar tahun 2015 ini.

Sementara itu, agenda RPI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika akan didukung oleh XL melalui penyelenggaraan jaringan 4G LTE.

"Untuk agenda RPI, Menkominfo ingin menyalurkan ke bidang maritim, pariwisata, dan agrikultur. Salah satu contoh bentuk dukungan kami adalah membuat aplikasi M-Fish untuk maritim," ujar Dian.

Secara bisnis, Dian melihat tahun 2015 tidak akan mudah dan banyak tantangan yang harus dihadapi mengingat persaingan antar operator seluler yang makin ketat. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah pengguna ponsel dan internet di Indonesia terus meningkat dan masih banyak celah bisnis yang bisa dimasuki.

XL mengklaim memiliki 52 ribu BTS di seluruh wilayah operasional dan didukung oleh jaringan backbone serat optik sepanjang lebih dari 30 ribu kilometer. Mereka menargetkan bisa memberi kecepatan rata-rata internet minimal 5 Mbps. (adt)