Dari jumlah catatan sidik jari tersebut, sekitar 4,5 juta data di antaranya telah dilaporkan sebelumnya yang diduga adalah milik pegawai negeri sipil Kantor Manajemen Personalia dan Departemen Pertahanan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita terbaru ini dikabarkan menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington, untuk menemui Presiden AS Barack Obama.
Pemerintah AS menuding China telah mensponsori para peretas untuk menyerang sistem komputer milik perusahaan maupun pemerintah AS. (adt)