Welcome Back untuk Sri Mulyani Menggema

Aditya Panji, Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 12:49 WIB
Nama Sri Mulyani Indrawati seketika menggema di Twitter setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan. Banyak ucapan selamat datang kembali ditujukan kepadanya. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berbincang dengan Menteri Keuangan yang baru Sri Mulyani di teras Istana Merdeka, Jakarta, usai pengumuman perombakan kabinet, Rabu, 27 Juli 2016. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Sri Mulyani Indrawati seketika menggema di media sosial Twitter setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo, menggantikan Bambang Pribadi Soemantri Brodjonegoro yang digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rabu (27/7).

Beberapa saat setelah presiden mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani segera menjadi pemberitaan media massa. Pengguna Twitter segera mengucapkan "welcome back" dan selamat bertugas kembali kepada Sri Mulyani.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, topik "Bu Sri" melesat ke posisi lima topik paling diperbincangkan dengan lebih dari 1.100 kicauan yang memakai kata "Bu Sri" atau "Sri Mulyani."


Hingga berita ini diterbitkan, tagar #Reshuffle masih berada di peringkat pertama topik paling dibicarakan untuk kawasan Indonesia.

"So excited to see Ibu Sri Mulyani back in the Cabinet," kicau pengguna Twitter Amelia Risartha dengan akun @amyemoi.

"Salut atas pengangkatan Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Ini pemilihan yg sangat tepat cc @ChatibBasri," tulis pengguna lain Muhammad Said Didu dengan akun @saididu.


Sri Mulyani sempat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2005 ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

dinilai sukses melakukan reformasi besar-besaran pada lembaga perpajakan sekaligus bea dan cukai selama dirinya memimpin Kementerian Keuangan. Ia juga berhasil menggandakan investasi langsung ke Indonesia di tahun pertamanya menjadi menteri, dari US$4,6 miliar pada 2004 menjadi US$8,9 miliar.

Namun secara mengejutkan, pada 5 Mei 2010, Sri Mulyani menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada SBY. Dengan satu alasan, menerima tawaran Bank Dunia untuk menjadi Direktur Pelaksana mulai 1 Juni 2010. Jabatan tersebut merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Presiden Direktur Bank Dunia.

Banyak pengamat yang menilai keputusan pengunduran diri tersebut terkait dengan pertentangan moral yang melanda Sri Mulyani karena merasa menjadi korban perkawinan kepentingan politik terkait dengan kebijakan bailout Bank Century.

Dalam pidato pengunduran dirinya, Sri Mulyani mengatakan:

“Saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari Anda mengatakan apakah Sri Mulyani kalah, apakah Sri Mulyani lari? Saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Diantara Anda semua yang ada disini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang. Terimakasih.”


Kini, Presiden Jokowi telah menyerahkan kunci brankas negara ke kantongnya dengan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di bidang ekonomi. (adt/tyo)