Induk Usaha JD.id Gelontorkan Jutaan Dolar ke Tokopedia?

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 03/05/2017 13:09 WIB
Induk Usaha JD.id Gelontorkan Jutaan Dolar ke Tokopedia? CEO Tokopedia William Tanuwijaya (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Situs e-Commerce asal China JD.com atau dikenal juga JingDong Mall dilaporkan mempunyai rencana mengguyur Tokopedia dengan sejumlah dana segar. Rencana JD.com ini merupakan strategi menghadapi Alibaba di kawasan Asia Tenggara.

Pada laporan yang dikeluarkan Bloomberg disebutkan JD.com masih berada dalam tahap awal negosiasi. Mereka menyiapkan investasi ratusan juta dolar untuk Tokopedia. Sayangnya, tak disebutkan berapa dana yang bakal dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Investasi sedemikian besar itu berpotensi melambungkan valuasi Tokopedia lebih dari US$1 miliar atau setara Rp 13,3 triliun. Tokopedia saat ini memang tercatat sebagai salah satu unicorn (sebutan startup yang berhasil merengkuh valuasi US$ 1 miliar) di Indonesia bersama Gojek dan Traveloka.


Pertumbuhan performa yang menjanjikan dari Tokopedia di peta persaingan e-commerce Indonesia, membuatnya jadi salah satu pemimpin kompetisi. Melihat situasi itu, menanamkan pengaruh ke Tokopedia merupakan langkah strategis yang JD.com perlukan dalam ekspansi pasar ke Asia Tenggara.

JD.com sendiri merupakan e-commerce terbesar kedua di China sekaligus rival utama Alibaba yang didirikan oleh Jack Ma. Di Indonesia, sebetulnya perusahaan ini sudah bekerjasama dengan sejumlah partner yang menghasilkan situs JD.id.

Di kawasan Asia Tenggara, Alibaba sebelumnya sudah membuat langkah strategis lebih dahulu dengan mengakuisisi sebagian besar kepemilikan Lazada.

Lazada jadi ancaman serius bagi JD.com lantaran cukup agresif dalam melancarkan ekspansinya. Salah satu ancaman itu tercermin dari kerja sama Lazada dengan Netflix dan Uber untuk layanan di Asia Tenggara.

Selain Alibaba, JD.com juga harus berhadapan dengan Amazon. Perusahaan milik miliarder Jeff Bezos itu telah mengumumkan akan segera hadir di Asia Tenggara untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Menanggapi kabar itu semua, juru bicara JD.com Josh Gartner yang dihubungi Bloomberg belum memberikan komentar. Tokopedia pun hingga tulisan tersebut terbit belum bersedia menanggapi.