LAPAN Perkirakan Stasiun Luar Angkasa China Jatuh Pagi Ini

Eka Santhika, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 08:05 WIB
LAPAN Perkirakan Stasiun Luar Angkasa China Jatuh Pagi Ini Ilustrasi (AFP PHOTO / CNES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meyebut bahwa stasiun luar angkasa China, Tiangong-1, diperkirakan akan memasuki atmosfer pagi ini sekitar pukul 07.49 WIB.

"LAPAN terus memantaunya. Ya, perkiraan jatuh sekitar pk 07.49 WIB dan lintasannya di luar wilayah Indonesia," tulis Thomas saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin pagi (2/4).

Sebelumnya, Aerospace Corp. memperkirakan waktu kejatuhannya Tiangong-1 akan terjadi sekitar pukul 7.30 WIB dan berlangsung selama 1 jam 42 menit.


Berdasarkan garis orbit Tiangong-1, stasiun antariksa ini akan jatuh di suatu tempat yang ada dalam garis lintang 43 derajat LU (lintang utara) dan 43 derajat LS (lintang selatan). Indonesia termasuk di dalam wilayan ini, namun LAPAN sempat menyebut bahwa kecil kemungkinan sisa bangkai pesawat antariksa tersebut akan mendarat di wilayah Indonesia.

Selain Indonesia, China, Amerika Serikat, Eropa Selatan, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara ada didalam cakupan garis lintang tersebut.

Terbakar

Stasiun luar angkasa seukuran bus dengan berat 8,5 ton ini diperkirakan akan terbakar begitu memasuki atmosfer, sehingga kecil kemungkinan sisa bangkai stasiun luar angkasa ini akan melukai seseorang.

"Kemungkinan seseorang akan terlempar oleh puing stasiun luar angkasa ini satu banding setriliun," tulis The Independent seperti dikutip dari Assosiated Press, Minggu malam (1/4).

Andrew Abraham, staf teknis senior di Aerospace menyebut bahwa sulit memperkirakan berapa persen dari puing pesawat yang bisa mendarat dibumi. Sebab, mereka tak memiliki detil bagaimana stasiun luar angkasa ini dibuat. China pun tak mempublikasikan detil rancangan stasiun luar angkasanya itu.

"Karena China tak benar-benar memberikan informasi itu, prediksi terbaik kami sekitar 10-40 persen massa Tiangong-1 yang akan selamat (dari terbakar di atmosfer)," jelasnya seperti dikutip Space


Hilang kontak

Diluncurkan pada 2011, Tiangong-1 adalah stasiun luar angkasa pertama China. Stasiun ini digunakan sebagai platform percobaan untuk proyek lain yang lebih besar. Misal untuk proyek Tiangong-2 yang meluncur pada September 2016. Tiangong-2 akan menjadi stasiun luar angkasa China permanen di masa depan.

Tiangong yang memiliki arti Istana Surga tersebut dirancang untuk diisi oleh dua awak. Fungsinya sebagai platform tes untuk menyempurnakan prosedur perakitan dan operasi lainnya. Kru terakhirnya berangkat pada 2013.

Kontak terakhir dengan stasiun ini terputus pada 2016. Sejak saat itu, orbitnya secara berkala semakin mendekat ke bumi dengan sendirinya.

Banyak ahli luar angkasa barat menyebut kalau China telah kehilangan kendali dari stasiun luar angkasanya ini. Meski demikian China menolak asumsi tersebut, seperti dikatakan Kepala perancang luar angkasa di laboratorium China, Zhu Zongpeng.

Jika memang tak lepas kendali, tapi ia tak memberikan keterangan spesifik bagaimana China akan memandu stasiun luar angkasanya itu kembali ke bumi, demikian disebutkan The Independent. (eks/eks)


BACA JUGA