Merespons isu tersebut, VP Corporate Communication Gojek Indonesia Michael Reza Say mengatakan hal itu sepenuhnya hoaks. Sebagai tindak lanjut, Reza mengatakan pihaknya telah melaporkan pesan hoaks tersebut ke Polda Metro Jaya.
"Per hari ini kami sudah laporkan Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk melindungi mitra kami dalam mencari mata pencarian dan tentunya agar tidak terulang lagi di masa depan," ungkap Michael pada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melaporkan ke pihak berwajib, melalui akun Twitter Gojek juga telah mengklarifikasi bahwa kabar yang beredar sejak kemarin (16/5) itu tidak benar. Mereka juga mengapresiasi pelanggan yang lebih dahulu mengonfirmasi kabar tersebut sebelum ikut memboikot Gofood.
Respons yang diberikan perusahaan terkait dengan beredarnya screeshot (tangkapan layar) yang diduga disebarkan melalui aplikasi WhatsApp.
Lihat juga:'Tantangan' Terbuka Grab terhadap Gojek |
Kabar ini sejatinya bukan satu-satunya hoaks yang beredar selama sepekan terakhir. Rentetan ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo turut diwarnai peredaran kabar hoaks soal lokasi target ledakan berikutnya yang menyerang di kalangan pengguna internet. (evn)