Gojek Laporkan Hoaks Gofood Disusupi ISIS

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 15:43 WIB
Gojek Laporkan Hoaks Gofood Disusupi ISIS Gojek telah melaporkan pesan berantai hoaks soal layanan Gofood ke aparat kepolisian. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek Indonesia merespons pesan berantai yang beredar soal isu layanan pesan makannya, Gofood.

Merespons isu tersebut, VP Corporate Communication Gojek Indonesia Michael Reza Say mengatakan hal itu sepenuhnya hoaks. Sebagai tindak lanjut, Reza mengatakan pihaknya telah melaporkan pesan hoaks tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Per hari ini kami sudah laporkan Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk melindungi mitra kami dalam mencari mata pencarian dan tentunya agar tidak terulang lagi di masa depan," ungkap Michael pada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (17/5).


Michael mengatakan bahwa hoaks layanan Gofood yang disusupi ISIS sangat menganggu perusahaan. Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan pesan serupa agar tak memicu kepanikan dan kerugian bagi mitranya.

Selain melaporkan ke pihak berwajib, melalui akun Twitter Gojek juga telah mengklarifikasi bahwa kabar yang beredar sejak kemarin (16/5) itu tidak benar. Mereka juga mengapresiasi pelanggan yang lebih dahulu mengonfirmasi kabar tersebut sebelum ikut memboikot Gofood.



Respons yang diberikan perusahaan terkait dengan beredarnya screeshot (tangkapan layar) yang diduga disebarkan melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam pesan berantai tersebut, pengguna Gofood disarankan untuk sementara waktu menghindari pengantaran makanan dengan Gofood. Pasalnya, layanan itu disebut telah disusupi anggota ISIS yang akan membubuhkan wacun pada makanan yang dipesan.

Kabar ini sejatinya bukan satu-satunya hoaks yang beredar selama sepekan terakhir. Rentetan ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo turut diwarnai peredaran kabar hoaks soal lokasi target ledakan berikutnya yang menyerang di kalangan pengguna internet. (evn)