Dengan kata lain, V11 Pro tidak memiliki peimdai sidik jari di bagian tubuh depan maupun belakang ponsel.
"Teknologi Screen TouchID akan membawa revolusi untuk mengubah cara membuka ponsel kita. Ini pertama di Indonesia, Super AMOLED akan menyinari untuk memindai sidik jari dan kemudian hasil proyeksi sidik jari itu akan diterima sensor," kata Senior Product Manager of Vivo Indonesia Yoga Samiaji dalam acara peluncuran Vivo V11 Pro di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Vivo Tangkis Anggapan Ponsel China Ringkih |
Fitur Anti Backlight A1 HDR di V11 Pro merupakan fitur yang bisa menyeimbangkan cahaya berlebihan di latar belakang.
"Dual Pixel Sensors dengan 24 juta unit fotosensitif untuk sensitivitas cahaya yang lebih tinggi. Kami ada teknologi Anti Backlight HDR, biasanya bantu cahaya di wajah, sekarang bisa bantu balance cahaya di latar belakang," imbuh Yoga.
Vivo V11 Pro. (Foto: CNN Indonesia/RBC) |
Selayaknya ponsel kekinian untuk memberikan hasil jepretan nan optimal, V11 Pro dilengkapi dengan AI yang membuat foto jepretan pengguna terlihat lebih berkualitas dalam beragam situasi dan pencahayaan, salah satunya adalah AI Face Shaping.
AI Face Shaping memiliki algoritme yang langsung menambahkan perawatan individual ke wajah pengguna agar foto selfie tampak cantik alami.
"Fitur ini bisa mengenali kontur wajah. Sehingga bisa alami dan tidak terlihat seperti topeng kita mengedit foto," kata Yoga.
Untuk urusan dapur pacu, ponsel ini dibekali cipset Qualcomm Snapdragon 660 dan sistem operasi Funtouch 4,5 berbasis Android 8.1. Yoga mengatakan paduan ini bisa meningkatkan multitasking menjadi lebih halus dan peningkatan performa grafis saat dipakai bermain gim.
Baterai Vivo V11 Pro berkapasitas 3.400 mAh yang sudah mendukung fitur Dual Engine Fast Charging dari Vivo.
"Ini bisa menghasilkan pengecasan lebih cepat. Setelah setengah jam bisa 181 jam standby, 50 jam mendengarkan musik," ujarnya.
Vivo V11
Dalam kesempatan yang sama, Vivo juga meluncurkan varian seri V yang lebih murah yakni V11. Perbedaan paling mencolok antara keduanya yakni pada bekal resolusi kamera belakang, ketidaan screen touchID, dan bekal cipset.
V11 hadir dengan cipset besutan MediaTek P60 octa-core 2,0 GHz. Ponsel in ijuga mengusung kamera ganda AI, namun dengan resolusi kamera 16 MP dan 5MP serta 25 MP untuk berswafoto.
Hadir lebih murah, Vivo V11 juga memiliki dua varian warna yakni Nebula Purple dan Starry Black yang dibanderol Rp500 ribu lebih murah dari 'kembarannya' yakni Rp4,5 juta. (evn)
Vivo V11 Pro. (Foto: CNN Indonesia/RBC)