Operator Andalkan Pendapatan dari Layanan Digital

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 20:38 WIB
Operator Andalkan Pendapatan dari Layanan Digital Ilustrasi (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel dan XL mengaku bahwa pendapatan terbesar mereka berasal dari layanan digital. Telkomsel menyebut bahwa lebih dari 50 persen total pendapatan Telkomsel berasa dari digital. Bisnis ini termasuk penjualan paket data dan layanan yang dipaketkan, layanan musik, film, aplikasi, iklan, IoT, dan TCash.

Sementara untuk XL angka sumbangan pendapatan dari sektor digital lebih besar lagi.

"Yang jelas pendapatan data XL dari data paling besar yaitu sudah sekitar 78 persen terhadap total pendapatan layanan," jelas Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Kirill Mankovksi saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/11).


Namun, keduanya mengaku bahwa sumbangan pendapatan dari internet of things (IoT) untuk kedua operator ini masih sangat kecil di 2018. Telkomsel menyebut bahwa sumbangan bisnis IoT hanya sekitar 3 persen dari seluruh bisnis Telkomsel selama setahun ke depan.

"Khusus IoT masih di bawah 3 persen dalam satu tahun ke depan," papar General Manager IoT Smart Connectivity Telkomsel, Alfian Manullang, saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Meski demikian, Kirill optimis IoT punya celah pendapatan yang bagus. Sebab menurutnya berdasarkan beberap riset, pasar IoT di Indonesia tumbuh 18 persen setiap tahun.

Bisnis IoT digadang-gadang menjadi alternatif ceruk pendapatan bisnis seluler ketika pendapatan dari SMS dan telepon terus menciut. Kedua perusahaan ini mengakui bahwa layanan SMS dan telepon mereka memang sudah menurun drastis.

"Kalau bisnis digital memang harapannya akan menjadi pengganti dari revenue kita yang dari SMS dan telepon dalam waktu beberapa tahun ke depan," jelas Alvian lagi.

Namun Mankovksi, adopsi teknologi IoT sebetulnya tak akan terlalu berpengaruh pada kenaikan penggunaan data. Sebab, transmisi data sensor-sensor tersebut tak besar.

"IoT menjadi driver tapi mungkin volume data IoT tidak besar dari sensor kecil. 2-20 MB per bulan. Driver utama ini YouTube, video on demand, yang dari smartphone," kata dia. (kst/eks)