Menurutnya rencana untuk melibatkan perusahaan asing membuat program pengembangan talenta digital lantaran perusahaan asing kesulitan mencari teknisi lokal di Indonesia. Oleh karena itu, ia mengimbau perusahaan asing yang berbisnis di Indonesia untuk berkontribusi lewat jalur pendidikan.
Kedua raksasa teknologi ini diharapkan membantu pemerintah menyusun silabus pendidikan digital. Harapan Rudiantara ini disebut untuk memenuhi tingginya permintaan tenaga kerja di bidang teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gojek Bakal Manut Aturan Filipina |
"Silabus perusahaan asing itu bagus di negaranya. Kita harus memperbaiki kualitas sumber daya manusia di era ekonomi digital," ucapnya.
Sebelumnya, Rudiantara mengatakan Ma telah berkomitmen untuk membantu menyiapkan talenta digital di Indonesia. Hanya saja, rencana tersebut butuh waktu dua hingga tiga tahun hingga terealisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Alibaba Cloud GM of Singapore and Indonesia Leon Chen mengatakan meluncurkan program "Internet Champion Global Accelerator". Ia berharap program ini bisa membangun ekosistem komputasi awan dan mengasah kemampuan talenta digital Indonesia.
Chen mengatakan pihaknya telah mensertifikasi 250 orang dan melatih 250 orang. Program akselerasi ini juga masih berlanjut untuk mengasilkan talenta digital.
"Sudah ada dua ribu orang yang terdaftar dalam program akselerasi, yang loloas ada 300 dari Jakarta dan 200 dari Bali," ucap Chen di kesempatan yang sama. (jnp/evn)