Kominfo Mau Sontek Program Digital dari Alibaba & Microsoft

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 11:24 WIB
Kominfo Mau Sontek Program Digital dari Alibaba & Microsoft Menkominfo Rudiantara (kanan) dan Alibaba Cloud General Manager of Singapore and Indonesia Leon Chen. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap raksasa teknologi dunia seperti Alibaba dan Microsoft berkontribusi untuk menyiapkan talenta digital asal Indonesia.

Menurutnya rencana untuk melibatkan perusahaan asing membuat program pengembangan talenta digital lantaran perusahaan asing kesulitan mencari teknisi lokal di Indonesia. Oleh karena itu, ia mengimbau perusahaan asing yang berbisnis di Indonesia untuk berkontribusi lewat jalur pendidikan.

Kedua raksasa teknologi ini diharapkan membantu pemerintah menyusun silabus pendidikan digital. Harapan Rudiantara ini disebut untuk memenuhi tingginya permintaan tenaga kerja di bidang teknologi.


"Saya bertemu dengan perusahaan teknologi global, mereka kesulitan mencari tenaga lokal . Maka saya minta mereka harus melakukan sesuatu. Mereka harus lihat talenta di sini dan tidak perlu impor lagi. Akhirnya kami kerja sama soal talenta digital," ucap Rudiantara saat menghadiri Alibaba Cloud di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/1).

Rudi mengatakan sebelumnya sudah berdiskusi dengan CEO Alibaba Jack Ma soal rencana mendirikan Alibaba Institute di Indonesia. Rencana untuk menggandeng perusahaan asing menurutkan lebih mudah ketimbang mendorong pemerintah mengembangkan silabus sendiri.

Namun, Rudi mengutip omongan Ma mengatakan hal itu belum terealisasi dalam waktu dekat. Untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat, ia berharap silabus milik Alibaba bisa terlebih dahulu diterapkan di Indonesia.

"Silabus perusahaan asing itu bagus di negaranya. Kita harus memperbaiki kualitas sumber daya manusia di era ekonomi digital," ucapnya.

Sebelumnya, Rudiantara mengatakan Ma telah berkomitmen untuk membantu menyiapkan talenta digital di Indonesia. Hanya saja, rencana tersebut butuh waktu dua hingga tiga tahun hingga terealisasi.

"Silabusnya dulu, saya sudah berbicara dengan Ma soal Jack Ma Academy di Indonesia dan dia bilang kalau merea tidak mau terburu-buru karena butuh waktu dua sampai tiga tahun sampai betul-betul jadi," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Alibaba Cloud GM of Singapore and Indonesia Leon Chen mengatakan meluncurkan program "Internet Champion Global Accelerator". Ia berharap program ini bisa membangun ekosistem komputasi awan dan mengasah kemampuan talenta digital Indonesia. 

Chen mengatakan pihaknya telah mensertifikasi 250 orang dan melatih 250 orang. Program akselerasi ini juga masih berlanjut untuk mengasilkan talenta digital. 

"Sudah ada dua ribu orang yang terdaftar dalam program akselerasi, yang loloas ada 300 dari Jakarta dan 200 dari Bali," ucap Chen di kesempatan yang sama. (jnp/evn)