Cincin Saturnus juga diperkirakan nantinya bakal menghilang. Sebab, dari hasil perhitungan data yang diberikan pesawat antariksa Cassini, serpihan es yang mengelilingi planet itu sedikit demi sedikit tertarik jatuh ke permukaan Saturnus. Sehingga, kemungkinan 100 juta tahun kemudian cincin ini tak lagi ada.
Dengan mengamati kekuatan gravitasi yang menjaga cincin tetap mengorbit, para peneliti bisa memperkirakan massa cincin itu. Massanya diperkirakan 40 persen dari bulan Saturnus, Mimas. Mimas sendiri sangat kecil, 2000 kali lebih kecil dari Bulan. Sehingga peneliti menduga cincin Saturnus terdiri dari material yang relatif kecil, seperti dikutip dari situs NASA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada material berukuran masif yang tersembunyi di cincin (Saturnus)," jelas Philip Nicholson, ilmuwan planet dari Cornell University dan salah satu penulis studi itu. "Cincin saturnus hampir semuanya murni dari es," jelasnya lagi seperti dikutip NPR.
Awan di sekitar khatulistiwa Saturnus berputar empat persen lebih cepat dari awan yang berada di lapisan di kedalaman sekitar 9.600 kilometer. Peneliti menyebut hal ini bisa menjelaskan lebih jauh tentang interior Saturnus.
"Lapisan dalam yang berputar ini adalah temuan yang mengejutkan dan membuka soal struktur dalam planet," jelas Linda Spilker, ilmuwan proyek Cassini, di Laboratorium Propulsion NASA, seperti dikutip Digital Trend. (eks/eks)