Pembeli Keluhkan Rugi Beli Ponsel Ilegal

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 08:11 WIB
Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ponsel ilegal (black market) memang menawarkan harga miring yang menggiurkan, tapi di sisi lain ada efek samping yang perlu dipertimbangkan ketika membeli ponsel-ponsel ini.

Mulai dari kondisi ponsel yang tidak prima, rawan rusak, aksesoris produk yang tidak lengkap, hingga seringnya muncul iklan yang mengganggu kenyamanan pemakaian akibat ponsel ditanam sistem operasi yang sudah ditanam adware. Adware adalah malware advertisng, yaitu software berbahaya untuk memunculkan iklan.

Kepada CNNIndonesia, seorang pembeli di pusat perbelanjaan elektronik, Puspita mengaku sempat tergiur dengan ponsel selundupan. Pada 2016, ia membeli ponsel iPhone 6S 32 GB refurbish lantaran harganya lebih miring.


Saat itu, ponsel besutan Apple itu masih dibanderol Rp15 juta. Sementara harga iPhone 6S yang dijual oleh toko daring itu lebih murah sekitar Rp3 juta dibandingkan yang dijual di iBox.

Awalnya ia sempat ingin membeli iPhone di iBox yang merupakan distributor resmi. Akan tetapi keinginan membeli di toko resmi itu sirna setelah ia melihat seorang artis Instagram mempromosikan iPhone 6S dengan harga miring.

"Awalnya saya tertarik beli di iBox, tapi sebagai pengguna media sosial, saya lihat salah satu Instagram artis. Dia selalu endorse barang-barang bagus, salah satunya ada toko yang jual iPhone. Sebagai orang awam saya tidak pernah beli elektronik di media sosial, ya tertarik," kata Puspita kepada CNNIndonesia.com di ITC Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Singkat cerita Puspita akhirnya membeli iPhone 6S refurbished di toko tersebut karena percaya dengan si artis. Ia pun telah memilih berbagai video serta deskripsi produk oleh toko daring tersebut. Puspita mengatakan ponsel iPhone 6S refurbished yang ia beli lebih murah Rp8 juta dibandingkan yang dijual di iBox. Proses pengirimannya yakni dengan cara cash on delivery (COD).


(jnp/eks)
1 dari 4