Supremasi 'Star Wars' AS vs Uni Soviet Lewat Misi Apollo 11

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 13:40 WIB
Misi Apollo 11 menandai pendaratan pertama manusia ke Bulan. Foto: dok. nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Misi Apollo 11 disebut-sebut menjadi sebuah lompatan besar bagi manusia untuk menjelajah alam semesta. Misi yang dipimpin oleh mantan pilot angkatan laut Neil Armstrong bertujuan mendarat di area bulan yang dinamakan Sea of Tranquility.

Armstrong yang kala itu berusia 38 tahun memimpin misi ambisius AS untuk menandingi Uni Soviet. Rival abadi AS itu dianggap menjadi pionir dengan memulai misi 'Star Wars' di era Perang Dingin.

Perang Dingin seakan menjadi ajang untuk pamer kemajuan teknologi antara AS dan Uni Soviet. Persaingan tersebut mendorong kedua negara berusaha memaksimalkan teknologi ke ujung batas, terutama dalam misi ambisius ke antariksa.


Mengutip USA Today, Soviet sebenarnya sudah lebih dahulu menjalankan misi luar angkasa dibandingkan AS ketika meluncurkan Sputnik pada 4 Oktober 1957.

Sputnik merupakan satelit berukuran sebesar bola voli. Tak ayal misi ini membuat AS terguncang dan panik, lantaran 'bola voli' berhasil mengorbit di atmosfer Bumi.

Ambisi negeri komunis tersebut berlanjut lewat misi Sputnik 2 yang meluncur pada November 1957. AS sendiri baru menyusu 'menggapai bintang' pada 31 Januari 1959 ketika meluncurkan satelit Explorer 1. Dibandingkan Sputnik, satelit ini lebih ringan dan kecil.

Puncak depresi AS kian membuncah ketika Soviet berhasil mengirim manusia pertama ke luar angkasa. Kosmonaut Yuri Gargarin menjadi manusia pertama yang mengorbit di Bumi.

AS lagi-lagi kebobolan dari Soviet. Kala itu AS baru berhasil mengirimkan John Glenn ke orbit Bumi. Berbeda dengan Gargarin, Glenn hanya mengantongi gelar sebagai orang AS pertama yang ke luar angkasa.

[Gambas:Video CNN]

Perang Keputusasaan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3