Kemenkominfo Sebut Habibie Tokoh Panutan di Bidang Teknologi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 16:03 WIB
Kemenkominfo Sebut Habibie Tokoh Panutan di Bidang Teknologi Presiden ketiga RI BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut sosok Presiden RI ketiga almarhum BJ Habibie sebagai tokoh panutan di bidang teknologi.

Menjabat sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan (Menristekditki) selama 20 tahun dari 1978 hingga 1998, Habibie memimpin perancangan dan pembangunan satelit buatan Indonesia.

"Tahun 1980-an, Menristek BJ Habibie memimpin PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang memiliki divisi perancangan dan pembangunan satelit buatan Indonesia," kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (12/11).


Pria yang kerap disapa Nando ini mengenang peran Habibie dalam membangun fasilitas pembangunan satelit. Selain itu, sosok yang dikenal lewat teori Crack juga menyekolahkan puluhan putra-putri terbaik Indonesia ke luar negeri untuk belajar teknologi satelit.

"Saat ini Kemenkominfo pun akan membangun Satelit Multifungsi Satria, sebuah semangat yang kami pelajari dari Bapak Habibie untuk terus berinovasi memberikan yang terbaik bagi bumi pertiwi," katanya.

Di samping itu Habibie juga berjasa memberikan kebebasan pers di Indonesia.  Habibie adalah presiden yang menginisiasi kebebasan pers di Indonesia melalui UU No.40 Tahun 1999.

"Di era beliau, SIUPP yang menjadi momok bagi pers di era orde baru ditiadakan. Pers yang bebas menjadi ciri penting sebuah negara demokrasi," ucapnya.

Nando mengatakan pihaknya akan melanjutkan perjuangan Habibie atas ilmu, pengetahuan, teknologi, dan kearifan serta inovasi untuk kemajuan bangsa.

"Terima kasih Prof Habibie atas semua langkah-langkah Bapak untuk negeri tercinta Indonesia. Kami, keluarga Kominfo memandang bahwa Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta amal Bapak Habibie tak terputus oleh apa pun, tidak juga oleh kematian," tandasnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)