Analisis

PHK Bukalapak, Upaya Percantik Diri untuk Gaet Investor Baru

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 17:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan Bukalapak di lintas divisi menurut pengamat e-commerce Kun Arief Cahyantoro sebagai bentuk efektifitas dan efisiensi kerja.

Dengan kata lain, Arief mengatakan jumlah sumber daya manusia (SDM) bukan faktor utama penilaian satu perusahaan. Padahal sejauh ini jumlah SDM menjadi salah satu faktor penilaian valuasi perusahaan rintisan (startup).

"Saat ini, fokus perusahaan adalah efektifitas dan efisiensi kerja sehingga jumlah SDM sudah kurang tepat lagi menjadi unsur dalam penilaian perusahaan tetapi segala hal yang terkait dengan proses dan kinerja (works profile). Misalnya, pengalaman pekerjaan, jumlah transaksi, jumlah tenant dan lainnya," terang Arief ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/9).


Arief menyebut apa yang dilakukan Bukalapak sebagai langkah positif ke arah penataan diri untuk mengubah konsep valuasi perusahaan.

Ia mengatakan langkah serupa sudah ditempuh oleh perusahaan teknologi. "Pendapat saya hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercantik diri sebelum munculnya investor baru," ucapnya.

Senada, ekonom dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi mengatakan PHK karyawan sebagai aksi korporasi biasa untuk mengejar fleksibilitas agar bisnis tetap berlanjut.

Disamping itu, Fithra juga mengatakan upaya ini bisa mempercepat Bukalapak 'naik kelas' menjadi decacorn (perusahaan dengan valuasi di atas US$10 miliar).

"Ini adalah sebuah aksi korporasi yang biasa, jadi mereka tengah mengejar fleksibilitas dengan mengurangi jumlah karyawan yang mana mungkin dilakukan di tempat-tempat yang tidak produktif. Jadi mereka mau mengejar agility [agile] sehingga perusahaannya jadi jauh lebih cepat untuk mengejar status menjadi decacorn," kata Fithra.

Ia membenarkan aksi PHK massal Bukalapak yang hendak berupaya untuk balik modal (break even point/ BEP). Ambisi untuk mempercepat BEP disebutnya juga melanda perusahaan e-commerce lain seperti Tokopedia dan Shopee.

"Yang saya tahu Bukalapak sudah punya masalah terkait dengan kelebihan karyawan, efisiensi sekarang ya cepat atau lambat harus dilakukan karena memang sudah kelebihan," ucapnya.

"Mungkin di tahap-tahap awal mereka membutuhkan karyawan-karyawan itu untuk mempercepat lini bisnis tertentu tetapi ketika ada penyesuaian teknologi, target pasarnya berubah itu mungkin harus ditanya ke Zaky [pendiri Bukalapak]."

[Gambas:Video CNN] (din/evn)
1 dari 2