9 Fakta Platipus, Hewan Terancam Punah yang Tak Punya Perut

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 16:31 WIB
Jumlah habitat platipus di Australia telah menyusut 22 persen dalam 30 tahun dan masuk dalam kategori hewan terancam punah nasional. Platipus (iStockphoto/Goddard_Photography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah habitat platipus di Australia telah menyusut 22 persen dalam 30 tahun. Menurut penelitian baru, hewan tersebut sekarang harus terdaftar sebagai spesies terancam punah secara nasional.

Ilmuwan dari Universitas New South Wales, bersama dengan tiga organisasi lingkungan terbesar Australia yakni Yayasan Konservasi Australia, WWF Australia dan Humane Society International Australia menominasikan platipus sebagai hewan yang terancam punah.

Melansir The Guardian, platipus adalah hewan yang sulit dipahami. Kemudian, studi pemantauan jangka panjang hewan ini masih sangat sedikit sehingga sulit mengukur penurunan populasi.


Penelitian menemukan sejak tahun 1990, jumlah habitat platipus di Australia telah menyusut 22,6 persen. Penurunan paling tajam terjadi di New South Wales dan Queensland.

Berikut beberapa hal yang menarik terkait platipus dilansir dari Treehugger:

1. Awalnya Orang Mengira Platipus Hewan Palsu

Pada tahun 1799, platipus dideskripsikan dalam "Naturalist's Miscellany" oleh George Shaw. Secara fisik, penampilan platipus tergolong unik seperti paruh dan kaki bebek namun tubuh, ekor dan bulu berbentuk berang-berang.

Shaw sempat meragukan keasliannya, namun ia tetap menjuluki makhluk itu sebagai bebek kaki datar.

2. Platipus Adalah Mamalia Berbisa

Sangat sedikit mamalia yang berbisa. Platipus jantan mengeluarkan racun melalui taji pergelangan kaki sementara betina tidak berbisa. Racunnya terdiri dari protein mirip defensin. Racunnya bisa sangat melukai namun tidak membunuh manusia, meski bisa mematikan bagi hewan yang lebih kecil.

3. Platipus Adalah Mamalia Bertelur

Platipus bukan satu-satunya mamalia berbisa, dan juga bukan satu-satunya mamalia bertelur. Jantan Platipus tidak berperan dalam membesarkan keturunan setelah kawin. Betina melahirkan telur selama dua hingga empat minggu diikuti oleh minggu inkubasi lagi.

Begitu mereka menetas, anak langsung menghisap susu khusus selama beberapa bulan sebelum mereka menjadi mandiri.

4. Platipus Berisiko Punah

Platipus terdaftar sebagai hewan yang hampir terancam punah di Daftar Merah Spesies Terancam Punah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kondisi kekeringan yang ekstrim dan berkepanjangan di Australia menjadi salah satu alasan kepunahan Platipus.

Kebakaran hutan baru-baru ini juga berdampak pada spesies tersebut. "Ada kebutuhan mendesak untuk melaksanakan upaya konservasi nasional untuk mamalia unik ini dengan meningkatkan survei, melacak tren, mengurangi ancaman, dan meningkatkan pengelolaan habitat platipus di sungai," tulis para peneliti.

5. Susu Platypus Bisa Memerangi Superbugs

Karena platipus tidak memiliki cara steril untuk menghasilkan susu, maka mereka membutuhkan perlindungan tambahan terhadap bakteri di lingkungan. Pada 2010, para ilmuwan menemukan bahwa susu platipus mengandung sifat antibakteri yang dapat membantu melawan resistensi antibiotik.

6. Platipus Memiliki 10 Kromosom Seks

Mamalia biasanya hanya memiliki satu pasang kromosom yang menentukan jenis kelamin, tetapi platipus memiliki lima pasang. Lebih aneh lagi, beberapa dari kromosom Y berbagi gen dengan kromosom seks yang ditemukan pada burung.

7. Platipus Tidak Memiliki Perut

Platipus memakan invertebrata yang tinggal di bawah seperti cacing, larva serangga, udang. Mereka tidak memiliki kantung enzim pencernaan atau asam untuk memecahnya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Genome Biology menguraikan beberapa gen berbeda dengan pencernaan dan perut dihapus atau dinonaktifkan pada Platipus.

8. Platipus Tidak Memiliki Gigi

Saat platipus menyelam untuk mencari makan, mereka juga mengambil pasir dan kerikil dari dasar laut. Mereka muncul ke permukaan untuk mencari udara dan mulai "mengunyah" dengan menggiling kerikil dan mangsanya bersama-sama.

9. Platipus 'Melihat' di Bawah Air

Saat mereka menyelam di bawah air, platipus pada dasarnya tidak dapat melihat dan tidak dapat mencium apapun. Lipatan kulit menutupi mata mereka, dan lubang hidung mereka menjadi kedap air.

Platipus memiliki electroreceptors yang diperlukan untuk mendeteksi organisme hidup untuk makan setelah mereka menggali di dasar laut.

(ctr/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK