Bos Gojek Tanggapi Merger Tokopedia dan Rencana 2021

eks, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 19:17 WIB
Bos Gojek menanggapi merger Tokopedia dan rencana bisnis di 2021. Bos Gojek Kevin Aluwi (kiri) menanggapi merger dengan Tokopedia (Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gojek sempat dikabarkan akan melakukan merger senilai Rp254,1 triliun (US$18 miliar) dengan Tokopedia beberapa waktu lalu.

CEO Gojek Kevin Aluwi menolak berkomentar terkait isu tersebut.

"(Saya tidak berkomentar pada isu) spekulasi merger," jelasnya pada acara Squawk Box Asia yang masuk dalam agenda pertemuan ekonomi Davos.


Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia kompak bungkam terkait isu diskusi lanjutan terkait merger kedua perusahaan ketika isu itu pertama beredar.

Lebih lanjut ia menjelaskan fokus perusahaan pada 2021 adalah untuk mengembangkan bisnis di luar Indonesia.

"Dalam beberapa tahun terakhir kami berinvestasi sangat sedikit di pasar luar Indonesia. Tapi, tahun ini kami akan serius mengembangkan sayap untuk menjadi bisnis regional dan global," tuturnya.

Melansir CNBC, Selain itu ia optimis 2021 akan menjadi tahun pertumbuhan bisnis . Berdasarkan data CB Insight, valuasi Gojek saat ini senilai US$10 miliar. 

Setelah isu penggabungan perusahaan, keduanya dikabarkan akan melakukan IPO di Jakarta dan Amerika Serikat, seperti disebutkan sumber Reuters awal bulan ini (5/1).

Setelah melakukan merger, keduanya berencana melakukan ekspansi pasar di Asia Tenggara. Keduanya berusaha menyaingi perusahaan internet raksasa regional seperti Grab dan Sea yang menjadi pemilik Shopee yang kini bernilai US$100 miliar.

Kedua perusahaan memiliki sejumlah investor yang sama, seperti Temasek Holdings Pte Ltd, Sequoia Capital, dan Google.

Sementara Alibaba Group Holding Ltd dan SoftBank Group Corp adalah di antara investor Tokopedia. Sedangkan investor Gojek termasuk Warburg Pincus LLC dan Tencent Holdings Ltd.

Tiga orang yang mengetahui langsung soal itu mengatakan, Gojek dan Tokopedia pada akhir Desember sepakat untuk melakukan uji tuntas (due diligent) dari bisnis masing-masing.

Gojek mulai debut layanan transportasi online di Indonesia pada 2010. Sejak saat itu terus mengembangkan bisnis seperti pengiriman makanan, pembayaran digital, hingga pengantaran barang.

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK