Mengenal Multiverse, Antara Teori Fisika dan Fantasi Marvel

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mei 2022 16:32 WIB
Teori multisemesta atau multiverse, yang banyak diadopsi karya fiksi, diakui kalangan fisikawan meski belum ada yang bisa membuktikan. Ilustrasi. Teori multiverse meyakini bahwa ada semesta lain di luar jagat yang kita huni saat ini. (Foto: Pixabay/WikiImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Teori multiverse atau multi-semesta, yang menjadi andalan sejumlah karya fiksi, diakui keberadaannya oleh komunitas ilmuwan. Namun, sifatnya masih hipotetis lantaran sulitnya pembuktian.

Sejumlah film diketahui mengusung konsep multiverse sebagai bagian petualangan tokoh-tokohnya, seperti film indie berating amat tinggi di IMDB, Everything Everywhere All at Once (2022), hingga film yang masuk fase 4 semesta sinema Marvel (MCU), Dr. Strange in the Multiverse of Madness (2022) dan serial Loki (2021).

Jauh sebelum itu, Edgar Allan Poe menulis puisi prosa yang membayangkan "rangkaian semesta tak berbatas" (1848).


Di luar karya fiksi, konsep multiverse mendapat tempatnya ketika teori ilmiah modern mencoba mengungkap rahasia-rahasia terdalam alam semesta.

"Pemahaman kita tentang realitas belumlah lengkap sejauh ini," kata fisikawan Universitas Stanford Andrei Linde, dikutip dari National Geographic.

Apa itu multiverse?

Multiverse atau multisemesta adalah istilah yang digunakan para ilmuwan untuk menggambarkan gagasan bahwa di luar alam semesta yang kita tempati ada semesta lain.

Polanya kadang berbeda. Beberapa teori ilmiah menggambarkannya sebagai ruang yang berbeda dari alam semesta ini, hingga gelembung alam semesta yang saling terpisah yang terus-menerus muncul.

Yang jelas, semua teori ini punya kesamaan bahwa ruang dan waktu yang dapat kita amati saat ini bukanlah satu-satunya realitas.

Jurnalis sains Tom Siegfried, dalam bukunya The Number of The Heavens, mengatakan kemunculan teori ini dipicu oleh sains yang belum mampu menjelaskan banyak pertanyaan mendasar soal semesta.

"Kita tidak dapat menjelaskan semua fitur alam semesta kita jika hanya ada satu di antaranya," kata dia.

"Kenapa semesta kita punya cukup waktu untuk membuat bintang dan planet? Mengapa bintang bersinar semacam itu dengan jumlah energi yang tepat? Semua hal itu adalah pertanyaan yang tidak kami temukan jawabannya dalam teori fisika kami."

Siegfried mengatakan ada dua kemungkinan yang bisa menjelaskannya. Pertama, kita membutuhkan teori yang lebih baru dan lebih baik. Kedua, mungkin saja "kita hanyalah salah satu dari banyak alam semesta yang berbeda, dan kita hidup di alam semesta yang menyenangkan dan nyaman."

Teori-teori populer

Gagasan yang diterima secara ilmiah soal multiverse adalah, pertama, kosmologi inflasi, yaitu gagasan bahwa pada sepesekian detik setelah big bang alam semesta mengembang pesat secara eksponensial. Inflasi kosmik menjelaskan banyak sifat alam semesta yang diamati, seperti strukturnya dan sebaran galaksi.

"Inflasi itu tidak berakhir pada waktu yang sama di berbagai tempat," kata Heling Deng, Kosmologis dari Arizona State University yang juga pakar teori multisemesta, dikutip dari Live Science.

"Ada kemungkinan bahwa ketika inflasi berakhir di beberapa wilayah, inflasi berlanjut di wilayah lain," imbuhnya.

Salah satu prediksi teori ini adalah bahwa inflasi semesta bisa terjadi berulang kali, mungkin tanpa batas, menciptakan konstelasi gelembung alam semesta. Semesta-semesta itu mungkin merupakan ruang yang punya hukum fisika berbeda dengan yang kita huni.

"Teori ini pada awalnya tampak seperti sepotong fiksi ilmiah, meskipun sangat imajinatif," kata Andrei Linde, yang juga salah satu arsitek teori inflasi kosmik. "Tapi itu menjelaskan begitu banyak fitur menarik dari dunia kita sehingga orang-orang mulai menganggapnya serius."

Dalam jurnal terakhirnya sebelum wafat, fisikawan Stephen Hawking, bersama Thomas Hertog, 'A Smooth Exit from Eternal Inflation', menyangkal bahwa multisemesta berbasis teori inflasi jumlahnya tak terhingga.

"Dugaan kami memperkuat intuisi bahwa kosmologi holografik menyiratkan pengurangan yang signifikan dari multisemesta, menjadi himpunan kemungkinan alam semesta yang jauh lebih terbatas," tutur keduanya.

Kedua, interpretasi banyak dunia (many-worlds interpretation) dari mekanika kuantum, yang merupakan teori yang secara matematis menggambarkan perilaku materi.

Diusulkan oleh fisikawan Hugh Everett pada tahun 1957, teori ini memprediksi kehadiran garis waktu bercabang, atau realitas alternatif di mana keputusan kita menghasilkan hasil yang sangat berbeda.

Konsep ini bisa dilihat dalam serial Loki, dengan Time Variance Authority (TVA) sebagai penjaga garis waktunya.

"Hugh Everett berkata, sebenarnya ada jumlah tak terbatas dari Bumi paralel, dan ketika Anda melakukan eksperimen dan Anda mendapatkan probabilitasnya, pada dasarnya semua yang membuktikan adalah bahwa Anda hidup di Bumi di mana itu adalah hasil dari eksperimen itu," kata fisikawan James Kakalios dari University of Minnesota, "Tapi di Bumi lain, ada hasil yang berbeda."

Menurut interpretasi ini, versi Anda bisa saja tidak menjalani banyak kemungkinan kehidupan berbeda yang bisa Anda jalani jika Anda membuat keputusan yang berbeda. Namun, satu-satunya realitas yang terlihat oleh Anda adalah realitas sedang dijalani.

Max Tegmark dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengatakan jenis multiverse ini sebagai multiverse Level III, di mana banyak skenario dimainkan dalam realitas yang bercabang.

Sebaliknya, banyak alam semesta yang diprediksi oleh beberapa teori inflasi kosmik adalah apa yang disebut Tegmark sebagai multisemesta Tingkat II, di mana fisika dasar bisa berbeda di berbagai alam semesta.

Ketiga, multiverse versi teori dawai (string theory), sebuah teori fisika yang meyakini alam semesta bisa dijelaskan dengan penggabungan hukum gravitasi dan mekanika kuantum. Bahwa, alam semesta terdiri dari dawai satu dimensi, alam semesta yang diketahui mungkin ada pada membran 3 dimensi raksasa.

Pembuktian multiverse di halaman berikutnya...

[Gambas:Video CNN]

Pencarian Bukti Keberadaan Multiverse

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER