Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah pada perdagangan Jumat (13/2) menembus ke level Rp 12.769 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp 12. 794 per dolar AS. Kurs tersebut menguat setelah dua hari melemah.
Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan rilis pelemahan pada obligasi Yunani yang secara tidak langsung berimbas pada laju Euro, turut mempengaruhi laju rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sehingga membuat laju euro melemah, namun tidak banyak mempengaruhi laju rupiah,” ungkap Reza.
Sementara itu, rilis inflasi Tiongkok yang merendah dipersepsikan bahwa bank sentral Negeri Tirai Bambu tidak akan melakukan kebijakan ekonomi ketat, sehingga memberikan ruang untuk ekonomi Tiongkok bertumbuh dan berimbas pada sempat menguatnya yuan.
“Laju rupiah kembali menunjukan pelemahannya seiring dengan masih terapresiasinya dolar AS karena memanfaatkan pelemahan euro,” kata Reza.
Lebih lanjut, Reza menilai, pasca tersiar kabar kemungkinan gagalnya kesepakatan Yunani dengan para kreditor memicu pelemahan atas euro. Hal itu terjadi meskipun pertemuan tersebut direncanakan kembali diadakan pada Senin depan. Meski di akhir pekan laju rupiah mampu berbalik naik, namun kenaikan yang terjadi kurang mampu mengimbangi pelemahan di hari-hari sebelumnya. (gir/gir)