Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan masih adanya imbas dari sentimen dari RDG yang masih mempertahankan level BI rate sesuai dengan ekspektasi kami di level 7,5 persen dan adanya perkiraan The Fed yang masih bersikap dovish memberikan angin segar pada laju rupiah.
“Laju rupiah berada di atas target level resisten 13.200. Kami masih berharap penguatan laju rupiah masih dapat berlanjut. Apalagi jika diiringi dengan hasil dari The Fed yang belum akan memberikan kepastian kenaikan Fed rate,” jelasnya seperti dikutip dari riset, Kamis (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, nilai tukar dolar AS terus menunjukan pelemahan seiring kian dekatnya hasil rapat rutin Bank Sentral, The Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar sejak Rabu (18/3). Dari perdagangannya hari ini di pasar spot, nilai tukar USD terhadap mata uang Uni Eropa, Euro (EUR) mengalami penurunan 0,22 persen ke level 0,94 dibandingkan pada posisi pembukaan.
Pusat Riset Ekonomi Eropa, ZEW mencatat bulan ini indeks sentimen ekonomi Jerman mengalami penaikan ke level 54,8 atau meningkat 1,8 dibandingkan posisi bulan lalu di level 53,0. (gir/gir)