Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen kelapa sawit (CPO) PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk berencana menambah produksi biodiesel sebanyak 300 ribu-600 ribu ton pada 2016. Sementara sepanjang tahun ini perseroan menargetkan bisa memproduksi 1,3 juta ton biodiesel.
“Nanti di awal 2016, sekitar bulan Januari akan kami produksi 600 ribu ton biofuel dari dua fasilitas
refinery kami,” jelas Agus Purnomo, Director for Strategic Stakeholder Engagement Sinar Mas Agro di Jakarta, Senin (27/4).
Agus menjelaskan salah satu fasilitas
refinery yang dimiliki perseroan berada di Marunda, Bekasi. Menurutnya produksi biodiesel menjadi langkah strategis dalam melengkapi ragam bisnis perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, hal tersebut juga dilakukan seiring dengan tren konsumsi bahan bakar yang mulai diarahkan untuk menggunakan energi baru terbarukan. Apalagi pemerintah menargetkan penggunaan biofuel hingga 20 persen.
Setuju CPO Fund
Sementara, terkait CPO
fund, menurutnya pungutan tersebut bakal membantu industri biodiesel. Atas dasar hal tersebut, pihaknya merasa tidak keberatan dengan kebijakan pengutan itu.
“Ada kalanya harga rendah, ada juga saat tinggi. Kalau harga rendah, maka biaya memproduksi biodiesel akan lebih mahal, tetapi ketika meninggi maka akan
kebalikannya. Hal itu tidak perlu dipusingkan karena ada dana dari CPO
fund yang bisa menutup
gap,” jelas Agus.
CPO
fund, lanjutnya, juga bisa membantu petani lokal yang independen ketika harga merugikan mereka. Nantinya dana dari CPO
fund bisa dialokasikan untuk hal tersebut. Namun, dia menyatakan hal itu belum dibeberkan oleh pihak yang mengurusi proyek CPO
fund.
“Intinya, kami tidak keberatan untuk dikenakan CPO
fund karena itu menyangkut produksi biodiesel. Namun, saya tidak tahu untuk perusahaan yang tidak memiliki fasilitas pengolahan biodiesel,” katanya.
Dari sisi harga, dia mengakui, memang CPO
fund bakal berpengaruh kepada nilai komoditas CPO yang diperkirakan akan terdongkrak. Namun, hal itu dinilainya tidak akan drastis karena saat ini tren harga masih lemah.
(gen)