Harga Minyak Mentah Ambruk, Dekati Level Terendah 6 Tahun
Deddy S | CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2015 09:31 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia turun ke level yang terendah dalam enam tahun. Diduga ada faktor perkiraan konsumsi yang menurun pasca musim panas di Amerika Serikat dan maintenance rutin kilang-kilang minyak. Sementara di Asia terjadi perlambatan perekonomian dan tingginya produksi global menimbulkan kekhawatiran soal suplai yang berlebih.
Minyak mentah AS atau West Texas Intermediate untuk September diperdagangkan di angka US$ 41,85 per barel atau lebih rendah 65 sen pada 11.55 GMT, Senin (17/8). Ini mendekati angka terendahnya dalam enam tahun.
Kedua benchmark minyak mentah itu kini sudah sepertiga dari puncaknya, yang terjadi pada Mei lalu. Analis memperkirakan, ke depan, penurunan masih akan terjadi.
“Fundamental menunjukkan, risiko penurunan masih akan ada di beberapa pasar kunci, khususnya bijih besi dan minyak mentah, pada bulan-bulan ke depan,” demikian analisa bank ANZ, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/8).
Selama dua pekan terakhir, harga minyak mentah AS telah turun lebih dari 10 persen. Pada sisi permintaan, kilang minyak AS biasanya mulai mengurangi operasinya dan melemahnya permintaan bensin. Kilang-kilang di Eropa juga biasanya juga akan memulai maintenance tahunan, sehingga harus tutup pada September dan Oktober.
“Situasi ini mengindikasikan kenaikan stok minyak mentah AS pada bulan-bulan mendatang,” ujar bank itu lebih lanjut. Sementara produksi minyak negara-negara OPEC berjalan normal di atas permintaan, memenuhi pasokan dunia.
Di Asia, dua perekonomian terbesar sedang menurun. China sedang memperlihatkan penurunan yang drastis dibandingkan beberapa dekade terakhir. Sedangkan perekonomian Jepang sedang berkontraksi. Jepang adalah negara konsumen minyak dunia terbesar ketiga. (ded/ded)
Minyak mentah AS atau West Texas Intermediate untuk September diperdagangkan di angka US$ 41,85 per barel atau lebih rendah 65 sen pada 11.55 GMT, Senin (17/8). Ini mendekati angka terendahnya dalam enam tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Fundamental menunjukkan, risiko penurunan masih akan ada di beberapa pasar kunci, khususnya bijih besi dan minyak mentah, pada bulan-bulan ke depan,” demikian analisa bank ANZ, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/8).
“Situasi ini mengindikasikan kenaikan stok minyak mentah AS pada bulan-bulan mendatang,” ujar bank itu lebih lanjut. Sementara produksi minyak negara-negara OPEC berjalan normal di atas permintaan, memenuhi pasokan dunia.
Di Asia, dua perekonomian terbesar sedang menurun. China sedang memperlihatkan penurunan yang drastis dibandingkan beberapa dekade terakhir. Sedangkan perekonomian Jepang sedang berkontraksi. Jepang adalah negara konsumen minyak dunia terbesar ketiga. (ded/ded)