Alhasi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi, kondisi tahun depan akan berbanding terbalik dibandingkan dengan tahun ini, di mana komponen administered prices terbilang jinak terhadap inflasi.
Bahkan, sambungnya, inflasi tahun ini bisa terjaga baik karena administered prices tidak melonjak dengan tajam. Hanya saja, komponen bahan pangan bergejolak (volatile food) yang dikarenakan masalah cuaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa inflasi 2016 terbilang bagus, karena administered prices-nya negatif. Harga lisrik subsidi dan BBM tidak naik. Tahun 2017 akan sangat krusial karena subsidi listrik akan dicabut dan harga BBM rencananya mungkin naik karena harga minyak mentah naik. Kalau inflasi naik, ya jadinya bagaimana?" ujar Darmin, Senin (19/12).
"Kalau memang inflasi terus menanjak dan ini dibiarkan, maka bisa jadi inflasi di tahun depan menembus 4 persen. Langkah antisipasinya, tentu saja adalah meredam inflasi dari sisi volatile food," terangnya.
Untuk mengurangi dampak inflasi bahan pangan, ia mengaku, pemerintah menyiapkan kebijakan khusus terkait pangan. Sayangnya, ia enggan menyebut kebijakan itu secara detil.
"Tentu saja, inflasi bisa ditekan kalau kami selesaikan pangan. Siapkan pangan dulu. Kalau pangan tak bisa dikendalikan, inflasi bisa tidak sesuai dengan target," jelasnya.
Sebagai informasi, inflasi year to date hingga November tercatat sebesar 2,59 persen, di mana inflasi secara tahunan (year on year) pada bulan yang sama tercatat 3,58 persen. Darmin memprediksi bahwa inflasi year on year akhir tahun nanti mencapai 3,5 persen atau sesuai dengan target BI, yaitu 4 plus minus 1 persen. (bir/gen)