Seperti diketahui, jumlah emiten baru hanya sebanyak 16 atau jauh dari target BEI sebanyak 25 emiten. Padahal, target tersebut sudah direvisi dari target awal sebanyak 35.
"Ini terendah dalam tujuh tahun terakhir. Dalam refleksi saya, kalau kapitalisasi naik tajam hanya dengan perusahaan lama, itu bukan indikator yang sehat dan membanggakan. Kami harapkan kapitalisasi naik karena perusahaan yang masuk bursa naik," papar Sri Mulyani usai membuka perdagangan di gedung BEI, Selasa (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap melakukan apa saja dari sisi kebiajakn ekonomi sehingga pelaku perusahaan di Indonesia semakin maju," terang dia.
Sama halnya dengan perekonomian dalam negeri, Sri Mulyani mengingatkan jika kondisi pasar modal Indonesia juga dipengaruhi oleh perekonomian global dan tentunya juga perekonomian Indonesia.
"Kondisi bursa merefleksikan perekonimian secara seimbang," imbuh dia.
Sementara, Sri Mulyani, ekonomi global belakangan ini belum dapat dibilang menguntungkan karena masih banyak ketidakpastian baik dari sisi geopolitik atau arah kebijakan negara yang relatif maju. (gir)