Pasca Disunat Rp1,6 T, ESDM Serap 96 Persen Anggaran 2016

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 16:24 WIB
Pasca Disunat Rp1,6 T, ESDM Serap 96 Persen Anggaran 2016 Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji (kanan) mencatat, penyerapan anggaran 2016 lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) berhasil menyerap 96 persen anggaran dari pagu sebesar Rp6,09 triliun sepanjang tahun lalu. Realisasi tersebut setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan melakukan penghematan anggaran sebesar Rp1,6 triliun, dari pagu APBNP 2016 awal sebesar Rp7,74 triliun.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mencatat, penyerapan anggaran 2016 lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada 2014 penyerapan anggaran instansi yang dipimpin Menteri Ignasius Jonan adalah sebesar 51,28 persen dari total anggaran Rp14,3 triliun. Sementara di 2015, dari total anggaran Rp15,07 triliun, terserap 63,88 persen.


“Tahun ini kami mendapat pagu Rp7,02 triliun. Sebagian dari anggaran tersebut telah dilaksanakan dengan mekanisme lelang sejak akhir tahun lalu,” kata Teguh, dikutip dari laman Kementerian, Rabu (4/1).

Menurutnya, pengumuman lelang tahap I hingga III telah selesai dilaksanakan pada 9 November, 21 November dan 5 Desember 2016. Setidaknya ada 342 paket pekerjaan dengan anggaran sebesar Rp3,03 triliun yang telah dilelang.

Sedangkan pengumuman lelang tahap IV paling lambat dilaksanakan awal 2017 sebanyak 53 paket dengan anggaran sebesar Rp324 miliar.

“Dari 342 Paket lelang tahap  I hingga III yang sudah dilelang dengan nilai Rp3,03 triliun, sebanyak 60 paket senilai Rp79 miliar telah ditetapkan pemenangnya. Tanda Tangan Kontrak Tahap I akan dilaksanakan pada 20 Januari 2017,” ujar Teguh.

Ia mengaku optimistis, diselesaikannya sebagian besar proses lelang oleh instansinya bakal meningkatkan serapan anggaran 2017.

“Kami berupaya agar pengelolaan anggaran 2017 senantiasa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," tutup Teguh. (gen)