BPJT: PINA Perkaya Skema Investasi Infrastruktur

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Sabtu, 18/02/2017 18:01 WIB
BPJT: PINA Perkaya Skema Investasi Infrastruktur Skema PINA ini melengkapi skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat menyambut baik program Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA). Program ini diyakini dapat memperkaya skema investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"PINA memperkaya skema investasi, dan saat ini kondisi kami sangat membutuhkan skema pembiayaan," kata Anggota BPJT, Kuncahyo, dalam acara lokakarya di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, Jumat.

Skema PINA ini melengkapi skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur. Meskipun, KPBU melibatkan swasta, tetapi tetap masih ada unsur pemerintah yang berkomitmen menyediakan layanan pro-rakyat dan memegang kendali tarif.

Sejak jalan tol pertama beroperasi di Indonesia pada 1978 - 2014, BPJT mengatur sepanjang 850 kilometer jalan tol. Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah memberi target kepada BPJT membangun 1.060 kilometer jalan tol hingga 2018.

Kuncahyo mengatakan, pihaknya sudah meneken pembangunan jalan tol sepanjang 1.850 kilometer yang di dalamnya juga termasuk ruas-ruas jalan tol tercantum dalam proyek strategis nasional (PSN).

Ia mengungkapkan, target PINA masih untuk menjangkau kewajiban 1.060 kilometer, karena kalau 1.850 kilometer hasil (return) investasinya marginal.
Kuncahyo berharap, PINA mampu menggeser ke marginal. "Tol Trans Sumatra semuanya marginal," terang dia.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini program PINA telah berhasil mendorong pembiayaan tahap awal sembilan ruas jalan tol senilai Rp70 triliun, di mana lima di antaranya adalah Tol Trans Jawa.


Pada pilot program PINA ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Taspen (Persero) memberikan pembiayaan ekuitas tahap awal kepada PT Waskita Toll Road sebesar Rp3,5 triliun sehingga total ekuitas menjadi Rp9,5 triliun dari kebutuhan Rp16 triliun.

Menurut Bambang, program PINA mendukung pemenuhan kekurangan ekuitas di tahun ini atau awal tahun depan dengan mangajak berbagai institusi pengelola dana yang ada.

"Dengan demikian, target agar Tol Trans Jawa terhubung hingga akhir 2018 dapat terwujud. Untuk mengakselerasi pembangunan nasional dan juga memberi daya ungkit perekonomian," tandasnya.