Seperti diketahui, kedua proyek ini dibangun oleh lini bisnis Astra International yang bergerak dalam bidang properti.
Presiden Direktur Astra Properti David Iman Santosa menjelaskan, Menara Astra merupakan gedung perkantoran yang kepemilikannya dipegang sepenuhnya oleh Astra International, sedangkan Andanamaya Residences merupakan hunian vertikal atau apartemen yang dibangun oleh PT Brahmayasa Bahtera, yang merupakan perusahaan patungan antara Astra International dan Hongkong Land.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan menawarkan harga sebesar Rp400 ribu per meter persegi untuk Menara Astra. Menurut David, Menara Astra ini masuk dalam klasifikasi kelas A dengan standar green building peringkat platinum.
Sisanya, sambung David, sekitar tujuh persen tersebar dalam berbagai unit, di mana tiga diantaranya merupakan tiga unit penthouse.
Harga Naik
Untuk harganya sendiri, David mengakui sudah naik dua kali lipat dari sebelumnya. Di mana pada Juli 2016 lalu perusahaan menetapkan harga Rp72 juta per meter persegi dengan harga tertinggi sebesar Rp94 juta per meter persegi untuk tower dua dan tiga, sedangkan tower satu Rp85 juta per meter persegi.
"Makanya ini investor kami yang memiliki apartemen tersebut telah menikmati kenaikan dua kali lipat tersebut", sambung David.
Asal tahu saja, total nilai investasi dari pembangunan kedua proyek ini sebesar Rp8 triliun dengan lahan seluas 2,4 hektare (ha).